Diposkan pada Catatan Kajian, Diary Kehidupan, My Poetry

Satu Titik, Seluruh Semesta

 

Disini, sekarang dan seperti ini,

adalah aku dan semesta ini mengikuti apa yang telah pasti,

hingga sebiji bunga matahari pun menentang hasrat derita,

dan jiwa yang tak layak untuk meronta.   Lanjutkan membaca “Satu Titik, Seluruh Semesta”

Iklan
Diposkan pada Artikel, My Poetry

Heavenly Heart

Wahai jiwa yang tenang,

Suatu ketika hati akan membawa jiwa kepada apa yang ia cari, yaitu sebuah ketenangan. Bagi setiap jiwa yang tenang, apapun yang ia pandang adalah sebuah keindahan. Dan keindahan itu adalah surga.

Pernahkah kita mengharapkan surga? saat kita menginginkan surga pasti kita akan membayangkan keberadaan surga itu adalah di akhirat kelak. Akan tetapi, suatu ketika hati berteguh yakin bahwa ia merasakan surga, tepatnya di tempat dia hidup, bahkan di tempat dia menderita. Surga itu dia sebut hati yang tenang, hati yang selalu bersyukur, itulah surga dunia.

Surga yang mengantarkan hati tidak hanya kepada surga akhirat belaka, akan tetapi mengantarkannya kepada Rabb yang dicintai.

“Dunia sangatlah indah, indah sekali, sampai tak terbayangkan surga yang Allah janjikan sebagai kembali orang yang bertakwa. Jika dunia saja seindah ini, Ya Rabb aku menangis setiap ku berkhayal saat jiwa akan bertemu denganMu kelak.”

Diposkan pada My Poetry

Ketulusan dan Cinta

Setiap ketulusan adalah cinta akan tetapi setiap cinta belum tentu adalah ketulusan.
Sebenarnya kita layaknya lebih mengenal kata tulus daripada cinta. Berapa banyak berpasang-pasang para muslim yang terpalingkan atas nama cinta. Cinta bisa ternodai nafsu, maka dari itu muncullah cinta palsu hingga cinta monyet dan cinta hawa nafsu, akan tetapi tiada kata tulus palsu dan tulus hawa nafsu. Sehingga tulus sebagai dasar apapun langkah kita.
Tulus bekerja
tulus mengkasihi menyanyangi
tulus mencintai
tulus tunduk dan patuh
tulus kembali
sesungguhnya makna cinta terlalu mulia untuk diucapkan. Apalagi untuk bertebaran di drama-drama kehidupan. Dan suatu ketika jiwa bertanya-tanya apa itu cinta, apakah saat hati itu berdebar-debar. Maka dicarilah asal dari debaran itu. Dan ajarilah aku mencintaimu setelah aku tulus kepadamu.

Diposkan pada My Poetry

Untuk Ali

Untuk Ali yang pemberani

Ku kan menjadi Fatimah yang sholihah

Untuk Ali yang penuh keikhlasan

Ku kan menjadi Fatimah yang Qona’ah

Untuk kecintaan seorang Ali

Ku kan menjadi si penyayang Fatimah

Untuk  Ali ku

Ku ingin menjadi Fatimah