Diposkan pada Artikel, Diary Kehidupan, Motivasi Bisnis

Memulai Dari Yang Kau Bisa

Adalah wajar dalam memulai bisnis kita akan mengalami proses jatuh bangun. Sekurang-kurangnya seseorang yang merintis bisnisnya akan bisa menikmati hasilnya dalam waktu dua hingga lima tahun kemudian. Tidak berhenti di situ, bisnis adalah kehidupan. Kapan kita berhenti belajar dana berusaha? Seluruh waktu dalam kehidupan adalah tempat belajar dan berusaha yang tiada ujung selama nafas masih terhembus. 

Salah satu pelajaran berharga setelah tahunan merintis bisnis, satu hal ilmu yang baru membasahi dada ini, yaitu mulailah bisnismu dari hal yang sederhana. Artinya lakukan mulai dari sesuatu yang bisa kamu lakukan sendiri. Sesuatu yang sangat mudah untuk kita lakukan. Hindari memulai bisnis yang sulit kita lakukan sendiri. 

Dan hal inilah, kesalahan yang pernah saya lakukan. Saya memulai bisnis kuliner yang butuh campur tangan orang lain. Dan saya tidak bisa melakukan nya jika saya sendirian. Misalnya, urusan gerobak saya harus meminta bantuan suami untuk urusan angkut gerobak. Dan jika suami sedang sibuk maka otomatis target bisnis akan terkendala. 

Selain itu, bisnis kuliner ini saya juga sangat bergantung kepada karyawan pramusaji saya. Saya kurang cakap dan percaya diri menjaga gerobak sendiri. Alhasil, jika karyawan ini kegiatan bisnis pun akan tutup. 

Syukurlah masa masa itu memang sudah terlewatkan, sekarang suami akan ikut fokus ke bisnis kuliner yang pastinya akan mempercepat perkembangan bisnis. Dan sekarang sedikit demi sedikit karyawan terbangun motivasinya untuk ikut merasakan kepemilikan atas usaha bersama ini. 

Tapi, alangkah baiknya jika sejak awal membangun bisnis saya menyadari hal ini, mungkin tak perlu waktu hingga empat tahun ini untuk bisa merasakan sebuah kesuksesan. 

Tapi, dilain pihak yang terpenting adalah kita tidak terlalu takut untuk memulai. Kadang terlalu banyak pertimbangan membuat kita sulit bergerak.

Iklan
Diposkan pada Artikel, Motivasi Bisnis

Kesadaran Pribadi Mandiri #MelatihKemandirian1

Kemandirian merupakan sebuah kapasitas diri yang mempunyai pengertian yang sangat luas. Masing-masing orang mungkin berbeda dalam menafsirkan pengertian kemandirian. Begitu juga dengan kriteria terhadap pribadi yang mandiri.

Demikian halnya dengan saya, pekan ini dalam perkualiahan online membahas tentang melatih kemandirian. Terdapat perbedaan mencolok saat kita mengamati proses belajar mandiri. Yakni, saat manusia masih bertumbuh sejak dari balita hingga anak-anak atau bahkan remaja. Jika diperhatikan, mereka belajar tahapa latihan kemandirian dengan sangat jelas. Misalnya, melatih mandiri dengan toilet traning saat balita, belajar mandiri makan sendiri. Untuk usia lebih besar, misalnya berlatih mandiri mengerjakan pekerjaan rumah sendiri dan mandiri mengerjakan PR dan belajar pelajar sekolah tanpa disuruh orang tua. Dimana menurut saya, mereka diusianya melalui tahapan latihan kemandirian yang mendasar dan mudah disadari nilai urgensinya. Misalnya, jika tidak belajar bisa tidak naik kelas. 

Sedangkan, hal ini sangat berbeda ketika diusia saya, yakni usia dewasa yang mencoba untuk berlatih mandiri. Hal pertama yang terfikirkan adalah indikator real yang bisa terukur seperti halnya melatih kemandirian pada anak usia balita.   Karena dengan indikator nyata yang terukur bisa menjadikan kesadaran yang tinggi untuk melakukan perbuatan yang mandiri. Maka, hal pertama yang menarik untuk saya saat menerima tantangan 10 hari berlatih kemandirian dalam kelas perkuliahan online Bunda Sayang adalah munculnya kesadaran untuk menjadi pribadi mandiri. 

Di hari pertama, saya sangat tertampar oleh kesadaran mandiri ini. Karena setelah saya mengevaluasi kinerja saya setiap hari, saya merasa masih jauh dari cita cita menjadi wirausaha mandiri. Tentunya indikator menentukan kriteria mandiri pada tahap ini harus lebih advance di dibandingkan mengamati pola mandiri pada usia yang lebih muda.

Pada kata wirausaha mandiri yang sudah lama akrab di telingan kita. Ternyata baru saya sadari bahwa makna mandiri disini bukan hanya mandiri dalam hal financial tapi lebih kepada atitude atau sikap sebagai mana seorang wirausaha profesional. Dan ternyata, saya masih sangat jauh dari profesionalisme yang saya harapkan sendiri.

Untuk itu, indikator pertama yang saya temukan pada hari ini adalah bagaimana kita konsisten bertanggungjawab atas apa yang kita rencanakan atau tuju (visi). 

Dan betapa kesadaran sangatlah penting. Pada tantangan hari pertama ini, saya bersyukur karena saya bisa menyelesaikan semua tugas yang sangat padat dengan tepat waktu dan maksimal. Bagaimana dengan hari selanjutnya? Akan dibahas di postingan besok! Bersambung ke tantangan hari ke2. 

#hari1

#tantangan10hari

#kuliahbunsayiip

#melatihkemandirian

Diposkan pada Artikel, Diary Kehidupan, Goodreads, Motivasi Bisnis

Chase The Vision, Not The Money

Chase the vision not the money, and the money will following you.

Adalah sebuah quote terkenal di bidang motivasi bisnis oleh Tony Hsieh. Penulis pribadi, mengenal motto ini dari video motivasi Sandiaga Uno, seorang pengusaha muda yang sukses bahkan dirinya masuk sebagai deretan pengusaha terkaya di Indonesia.

Arti dari motto tersebut adalah membuat kompas (arah) kemanakah kerja-kerja kita selama ini akan bermuara, dengan kata lain, apa tujuan besar dari usaha kita? Apakah itu uang yang banyak? Big No!! Saat kita bekerja untuk mendapatkan uang kita tak jauh berbeda dengan seorang pengemis.

Budiono Lie mengatakan orang yang bekerja karena takut tidak ada bedanya dengan robot, orang yang bekerja karena uang tidak ada bedanya dengan pengemis, hanya orang sukses yang bekerja karena impian mereka.

Mereka yang sukses adalah yang memiliki visi dalam hidupnya, dan ia berusaha keras untuk mewujudkannya. Sandiaga Uno menyebutkan beberapa contoh orang orang sukses yang tidak hanya berbisnis karena uang. Salah satunya, adalah pendiri perusahaan Honda.

Saat itu, Tuan Honda mempunyai visi mewujudkan kendaraan yang terjangkau sehingga bisa dimiliki oleh semua orang. Perusahaan kompetitornya pun mencemooh produksi Honda yang dianggap tidak mewah dan kapasitasnya yang terbatas. Dan kini, ternyata impiannya sukses, Honda pun menjadi perusahaan yang besar.

Sandiaga uno juga membuka rahasia visi nya dalam berkerja. Ia menyebutkan bahwa visinya adalah membagun Indonesia yang merata di bidang ekonomi (MasyaAllah, tak heran sekarang beliau ingin menjadi pemimpin di sebuah wilayah Indonesia, you now lah,  kan booming banget 😄😄)

Sejak mengetahui ilmu ini, usaha saya seakan mendapat ruh baru. Saya mulai bermuhasabah, merenungkan kembali tentang apa visi atau impian saya membangun bisnis ini?

Saya adalah perempuan muslimah. Seorang istri, melayani suami sebaik mungkin dan mengharap ridhonya adalah tempat surga saya bernaung. Menjadi ibu pastinya impian semua wanita 😍😍. Ibu adalah madrasah pertama anaknya, guru terbaik sejak dalam janin hingga ia baligh. Prinsip ini adalah pondasi utama saya mengambil pilihan. Pertama memilih menjadi full time mother (wanne be ya), untuk itu muncul pilihan kedua yaitu membangun usaha mandiri agar tetap produktif sambil merawat anak nantinya 😄😄 ( walaupun ini tidak wajib ya, atau dibilang ini tuntutan sosial aja he he he biar gak dibilang pengangguran, nanti di gosip in sarjana kok nganggur ha aha ha). Jadi wanita enggak bisnis atau kerja is fine, ingat teladan kita ada Aisyah Binti Abu Bakar yang juga tidak berbisnis)

Dan visi dalam membangun bisnis adalah “menggerakkan ekonomi rakyat dengan mu’amalah barokah” Apa saja manfaat sejak penulis mempunyai visi ini? Banyak sekali, pertama, saya bisa lebih fokus dan tidak mudah tergiur untuk berpindah ke lain hati he he he. Ingat!! Prinsip bisnis harus setia pada produk.

Kedua, dalam bekerja menjadi lebih ikhlas. Tidak gampang mengeluh saat uang banyak buat belanja modal. Ketiga, lebih profesional dalam berbisnis, bermuamalah dengan karyawan dan juga rekan bisnis. Lebih bersyukur dan selalu ingin bermanfaat untuk orang lain, lebih santun dalam bermu’amalah dan banyak sekali Alhamdulillah… Semoga istiqomah 🙏🙏🙏.