Artikel

Sholat Sebagai Sarana Tazkiyah


Sebuah catatan tentang sholat yang semoga bermanfaat.

Sholat yang dilakukan secara sempurna merupakan salah satu wujud bahwa hati dan jiwa kita tersucikan. Tazkiyah adalah berbagai amal perbuatan yang mempengaruhi jiwa secara langsung dengan menyembuhkannya dari penyakit, membebaskannya dari tawanan atau merealisasikan akhlak padanya. Oleh karena itu pantasnya sholat adalah sebagai sarana terbesar dalam tazkiyah.

Al Ghozali rahimahullah berkata :

“Marilah kita mengkaji kaitan sholat dengan  kekhusyu’an dan kehadiran hati, kemudian makna-makna batiniyah berikut batas-batas, sebab sebab, dan terapinya. Selanjutnya pula kita kaji tentang hal yang harus ada dalam setiap rukun sholat agar layak belak ahirat.”

Ini adalah yang menjadi misi para rosul, yaitu menyempurnakan tazkiyah bagi umat manusia. Bagaimana agar sholat kita bisa menjadi sarana kita mensucikan hati dan jiwa kita, berikut adalah langkah-langkah yang dituliskan dalam risalah dari Ihya Al Ghozali :

Dengan Kekhusyu’an

Syarat khusyu’ dan kehadiran diri dalam sholat.

Allah memerintah kita untuk ingat sehingga saat kita tidak ingat maka kita disebut orang yang lalai. (Al A’raf 205) Allah melarang kita menjadi orang yang lalai. Maka sholat adalah untuk mengingat.

Rosulullah bersabda : “Innamassholatu tamaskanu wa tawadhu”.. Sesungguhnya sholat itu ketetapan hati dan ketundukan diri

Kesimpulannya khusyu’dan kehadiran hati adalah ruh dari sholat, batas minimal keberadaan ruh ini adalah kehadiran hati pada saat takbiratul ihram.semakin bertambah kehadiran hati semakin bertambah pula ruh dalam sholat.

Makna-makna batin yang dengannya tercapai kehidupan sholat

Maksudnya adalah makna-makna batin yang harus dihadirkan saat kita sholat, yaitu pertama adalah Kehadiran hati: yaitu menyadari bahwa kita menghadap sang Khaliq untuk berdo’a, kedua, tafahhum : peliputan hati terhadap pengetahuan tentang makna lafazh, tidak hanya hafal lafazh tetapi kita mengetahui pengetahuan di balik lafazh yang kita ucapkan.

ketiga, Ta’zhim (rasa hormat) bisa jadi seorang berbicara kepada budaknya dengan penuh pemahaman akan tetapi tanpa rasa hormat. Maka berbeda saat seorang hamba berdoa atau berkomunikasi dengan Rabb nya dengan rasa Hormat.

keempat, Haibah (rasa takut) : yang bersumber dari rasa hormat, bukan takut yang sama saat kita bertemu ular semisalnya, akan tetapi takut akan kebesaran Rabb nya.

Kelima, Raja’: Rasa harap, rasa pengharapan akan kemuliaan Allah, Kasih dan Sayangnya yang Maha Besar.

Keenam adalah rasa Haya’ : Rasa malu, bisa datang saat kita menyadari banyak sekali kehinaan dalam diri kita sebagai manusia.

Hal-hal yang menyebabkab timbulnya keenam makna ini diatas:

Faktor penyebab kehadiran hati adalah himmah (perhatian utama), karena hati terbentuk dan terkondisikan dengan perhatian utama suka ataupun tidak suka.

Factor penyebab tafahhum adalah senantiasa berfikir dan mengarahkan pikiran untuk mengetahui makna.

Ta’zhim (rasa hormat) merupakan keadaan hati yang lahir dari 2 ma’rifat : 1. Ma’rifat akan kemuliaan dan keagungan Allah 2.Ma’rifat akan kehinaan diri

Haibah (rasa takut yang bersumber dari rasa hormat) semakin bertambahnya pengetahuannya tentang Allah semakin bertambah pula rasa takutnya dan haibahnya.

Factor penyebab raja (harap) ialah kelembutan Allah, kedermawananNya, Keluasan ni’mat-Nya,

Factor penyebab haya (rasa malu) akan muncul dengan perasaan serba kurang sempurna.

Obat yang bermanfaat dalam menghadirkan hati :

Apa yang bersemayam dalam hati manusia akan menyibukkan terapi untuk hal ini adalah dengan “paksa” untuk memahami apa yang dibacanya dalam sholat dan membuatnya sibuk dengannya dan melupakan hal yang lain.

Rincian tentang hal yang harus hadir dalam hati pada setiap rukun dan syarat dari berbagai amalan sholat.

Demikian adalah secara pratiknya kita bisa mengaplikasikan atau mengikat makna-makna tadi dalam sholat kita. karena keterbatasan saya maka ini hanya sebagian kecil saja, Yaitu secara runtut adalah;

Apabila mendengar seruan mu’adzdzin maka gambarkanlah dihatimu tentang dahsyatnya seruan di hari kiamat dan bersegerahlah dengan lahir dan batinmu untuk segera memenuhinya, karena orang – orang yang bersegera memenuhi panggilan ini adalah orang-orang yang dipanggil dengan lemah lembut pada hari ‘pergelaran akbar”

Rosulullah bersabda : Arihnaa ya bial (tentramkanlah hati kami bila)

Saat bersuci, berusaha dengan keras untuk bersuci dengan taubat dan penyesalan

Adapun menutup aurat, menutupi keburukan badanmu dari pandangan makhluk, dan juga bagaimana juga dengan keburukan hatimu…

Menghadap ke kiblat, memalingkan wajahmu dari seluruh arah ke Baitullah

Berdiri tegak lurus sebagai cerminan diri dan hati dihadapan Allah

Doa Iftitah

“Aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi.”

….hanifan musliman (berlaku lurus dan member keselamatan) seharusnya kita terlindungi dari gangguan dusta dan kesalahan.

“Dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik” ingatlah kemusyrikan yang tersembunyi.

Hidup matiku hanya untk Allah

Berkenanaan dengan bacaan manusia dibagi menjadi 3 macam :

  1. Orang yang lidahnya bergerak tetapi hatinya lalai
  2. Orang yang lidahnya bergerak dan hatinya mengikutinya seakan –akan ia mendengarkan dari orang lain
  3. Orang yang hatinya terlebih dahulu memahami dan bergerak kemudian lidah yang melayani hati untuk menterjemahkannya.

Basmalah, fahamilah bahwa semua urusan adalah atas izin Allah

Al fatihah

  1. Ar rahmanirrahim : kelembutan rahmatnya
  2. Maliki yaumiddin : ta’zhim dan takut
  3. Iyyaka na’budu : perbarui keikhlasan
  4. Wa iyya kanas ta in : semua pertolongan karena Allah
  5. Ihdinash shirathalmustaqim : jalan orang yang lurus bukan jalan yang sesat

Tuma’nina menunggu Allah menjawab pujian kita

Sami’ allahuliman hamida ( Allah mendengar orang yang memujinya)

Membedakan intonasi ayat rahmat, adzab, janji ancaman, pujian, ta’zhim, dan sanjungan

Lamanya berdiri salah satu bentuk kehadiran

Ruku : mulai untuk menundukkan diri

Rabbana lakal hamdu .. mil us sama wa ti wa ma wil Ardhi (sepenuh langit dan bumi)

Demikian kurang lebihnya saya mohon maaf. nice blogging >_<

Sumber : Tazkiyatun Nasf (Said Hawa)

Iklan

20 thoughts on “Sholat Sebagai Sarana Tazkiyah

  1. saya masih belum bisa untuk khusyu’.. 😦
    gimana ya caranya biar bisa ibadah dngan khusyu. Hal2 yang tak teringat dalam keadaan santai, kok biasanya cenderung teringat waktu sedang sholat misalnya… kan aneh banget keliatannya.. Ah, syetan emang pinter dalam menggoda manusia

  2. wah saya merasa senang banget bagi semua sobat blogger yang selalu medukung saya saat saya mencoba menulis…

    sincerely like u all my friends

  3. tuisan yang sangat bagus dan bermanfaat.. terimakasih
    dan jangan lupa berdo’a “mudahan Allah memperbaiki kwalitas dan kwantitas shalat kita” aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s