Artikel

Jahilnya Lisan 


Awalanya perihal lisan ini tidak begitu merisaukan. Apalagi dengan karakter penulis yang plegmatis, sedikit cuek dengan sekitar (sedikit ya 😅😅). Tapi ini sudah menjadi sebuah fenomena yang terpampang nyata (ala princes) di masyarakat.Tidak kurang, dengan bukti banyaknya curhatan para saudara dan saudari di dinding facebook bahwa bahaya kejahilan lisan sudah membuat sang target omongan menjadi galau. Dan harus segera menemukan obat anti mendengarkan omongan orang (yg negatif ya). InsyaAllah obatnya adalah dengan ilmu. Ilmu adalah gerbang kita lebih dekat dengan Sang Penguasa Hati. 

Sebuah status ig ustad Salim A Fillah yang sangat berbobot kultum tentang Omongan. Yuk mari belajar bersama lagi disini 😘.  Ternyata masalah omongan orang ini pun ada ilmunya ya, MasyaAllah. 

“Siapa yang mengira bisa selamat dari omongan manusia?” Demikian dikatakan Imam Asy Syafi’i. Siapakah diri kita ini? Apakah lebih baik dari keduanya? Yaitu Allah Yang Maha Esa saja di sebut “Yang ketiga daripada tiga” dan Rosulullah manusia terbaik disebut nya “Si penyihir dan gila”. Jadi tentunya kawan ternyata kita tidak sendirian 😂😂😂. Tengoklah dinding dinding facebook kita ternyata banyak yang senasib sepenanggungan. 

Contoh ya bund, dulu belum juga menikah omongnya “kok kuliah terus kapan nikah nya”. Padahal si do’i juga maunya cepet nikah. Tibanya sudah nikah dan memilih fulltime mother, omongannya “lho kan sayang kuliah tinggi-tinggi kok hanya dirumah saja.” 

Pelajaran ya buat kita semua, termasuk saya juga bahwa standar keberhasilan si A belum tentu sama dengan impian si B. Setiap orang itu spesial dan tidak bisa dibandingkan, “kenapa si A pinter kok gak jadi pegawai kayak si B gitu kan enak ya, kok malah jualan.” Makanya jangan mudah sekali berprasangka buruk kepada seseorang, karena kita tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Apalagi kita belum mengenalnya, contoh hanya menonton berita dari televisi atau video di wa saja sudah mengkaim bahwa si A itu ternyata bejat ya suka nipu orang dan lain lain sebagainya. 

Jadi point pertama menghadapi jahilnya tuh si omongan adalah menyadari bahwa Allah saja Yang Maha Suci aja di gunjing sama manusia hadeeh 😭. Mestinya kita yang memang sumber dari dosa ini harus menerima dengan sabar. Omongan manusia itu keniscayaan yang merupakan bagian dari dunia ini.  

Point kedua, dengan membangun kepercayaan diri. Imam ibn Abdil Barrb dalam intiqa’ mengutip perkataan Imam Asy Syafi’i, “Siapa yang mengenal dirinya, takkan merugikannya apapun yang dikatakan orang tentangnya.” 

Malahan kita akan semakin merunduk karena malu, malu di setiap saat, karena kita sejatinya lebih buruk dari yang dipergunjingkan. Karena Allah masih menutupi sebagian besar aib kita. Salim A Fillah memberikan pilihan yang sangat mengesankan bagaimana kita harusnya merespon omongan itu, yaitu dengan menjawab, ” jika kau benar, semoga Allah mengampuniku, jika kau keliru, semoga Allah mengampunimu.” Jadi gak perlu galau galau lagi ya apalagi ditambah “grundel” (ikutan berbicara keburukan orang lain juga) di media sosial. 

Point ketiga ini membuat kita semakin ikhlas di omongin orang “ngalor ngidul”, yakni sesuai dengan hukum kekebalan energi😂😂😂, Imamn Hasan Al Bashri menuliskan hukum tentang ghibah. Bahwa ghibah akan mengurangi dosa orang di dibicarakan, ujarnya, ” Selamat datang tambahan pahala serta pengurangan dosa, yang tanpa lelah beramal dan tanpa payah berusaha.” MasyaAllah. 

Iklan

4 thoughts on “Jahilnya Lisan 

  1. Mbaak suka banget tulisaannya, ya memang di masyarakat kita sudah umum apa aja diomong, padahal iya setuju banget denganmu mba, bahwa kesuksesan tiap orang itu beda2 versinya. sukses itu pun bukan soal harta semata kan yah. dan belum tentu yang tidak kerja dan memilih jualan itu tidak bahagia, justru bisa jadi penuh berkah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s