Artikel

Manajemen Waktu Ibu Profesional


Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik, karena sepanjang hidup kita seyogyanya adalah tahapan pembelajaran. Seperti halnya dengan belajar memanajemen waktu yang baik. Berkali kali membutuhkan revisi-revisi pembaruan manajemen yang sesuai dengan kondisi kita saat ini. 

Kali ini saya belajar banyak tentang manajemen waktu ibu sebagai manajer keluarga handal melalui materi ke 6 matrikulasi Institut Ibu Profesional Bacth 4.  Berikut adalah kesimpulan materi yang sangat menginspirasi penulis. Bagaimana kita bisa menjadi manajer keluarga yang handal?

Pertama kita harus mempunyai motivasi yang tinggi dan mulia sehingga kita akan selalu bersemangat dan ikhlas dalam menjalankan tugas kita sebagai seorang ibu. Yang kedua adalah bagian terpenting yakni bagaimana kita berpikir, berkerja (beraktivitas) dan bersikap layaknya seorang manager handal yaitu sebagai ibu manager keluarga handal. Seorang manager profesional pastinya dia sangat menghargai profesinya, sehingga Bunda Septi bahkan mengenakan pakaian kerja saat ia bekerja di rumah. Nah!! Bagaimana cara kita menghargai profesi kita dirumah? Yuks,,, kita buat perubahan yang berkesan, saya inginnya membuat rumah bernuansa office ahhh 😍😍. Selanjutnya, seorang manager profesional selalu melakukan pekerjaan dengan penuh perencanaan yang matang dan menerapkan fiqih prioritas dalam mengerjakan tugasnya. Dan yang terakhir dan utama yakni komitmen dan konsisten dalam menunaikan program yang telah kita rencanakan. Yang ketiga, adalah kita harus mampu menghadapi tantangan kompleksitas masalah yang pasti ada pada setiap rumah tangga. Yang terakhir adalah seorang ibu harus bisa mengembangkan perannya sehingga ia bisa menjadi ibu profesional bukan ibu yang biasa-biasa saja. 

Dan untuk memantabkan pembelajaran sesi 6 ini, terdapat Nice Homework tentang tahapan-tahapan membuat manajemen waktu, karena waktu adalah hal penting yang mendasar agar kita tidak hanya terjebak dalam rutinitas keseharian saja. Langkah pertama adalah menentukan 3 aktivitas penting dan tidak penting yang kita miliki. Hal ini bagi saya bertujuan untuk bermuhasabah dan membuat komitmen meninggalkan hal yang tidak penting. 

🐣🐣 3 aktivitas penting : 

1. Memenuhi kegiatan checklist indikator ibu profesinal bidang peran sebagai ibu. 

2. Melakukan kegiatan dalam silabus project omzet takoyaki. 

3. Melakukan kegiatan checklist indikator ibu profesional bidang profesi. 

🐣🐣 3 aktivitas tidak penting : 

1. Terlalu lama tidur. Ingat!!! bahwa lambung seorang muslim itu jauh dari tempat tidur 😭😭😭

2. Panjang angan-angan. Menjauhi panjang angan-angan adalah karakter para salafus sholeh 😍.

3. Terlalu lama membaca media sosial. Jauhilah perbuatan yang sia -sia!!! 

Langkah kedua, mengelompokkan kegiatan rutin dan kegiatan dinamis. Maka jika di cermati maka dalam checklist indikator program ibu profesional yang saya rancang dapat di simpulkan bahwa kegiatan bidang ibadah dan bidang memenuhi kebutuhan suami adalah aktivitas rutin. Sedangkan, kegiatan di bidang kurikulum pendidikan anak dan pengembangan profesi diri adalah aktivitas dinamis. 

Langkah ketiga, adalah membuat jadwal harian ala saya yang berfungsi sebagai kandang waktu dan “cut off time” sehingga kita bisa disiplin. Jadwal harian bukanlah hal yang baru, yang menarik dan baru adalah konsep dan ruh yang kita bawa untuk mewarnai jadwal harian tersebut. 

Pengalaman penulis dalam membuat dan melaksanakan jadwal harian tidak mudah mengikuti jadwal yang terlalu rumit apalagi dengan patokan jam-jam yang padat. Bisa disebut bahwa saya lebih dominan result based organizer, karena cara belajar saya adalah menemukan konsep yang tersembunyi. Dan berdasarkan personaliti genetika penulis identik berperut panjang yang menyimpan tenaga anaerobik pada otot putih. Sehingga, tenaga yang dimiliki tidak stabil dan meledak-ledak 🙈🙈. Jadi saya memang sulit mengikuti jadwal ketat 😂😂 (wirausaha mandiri banget deh,,, tidak bisa jadi pegawai yang harus patuh jadwal atasan,,, jadwal sendiri saja tidak bisa patuh apalagi orang lain🙏🙏) 

Lalu bagaimana agar bisa memanage diri? Yaitu dengan dipaksa sama Allah 😍. Iya, dipaksa sama Allah untuk membagi ibadahnya menjadi lima waktu yakni Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ ditambah lagi 3 sunnah muakkadah yakni Qiyamul lail, Tahajud, dan Dhuha. 

Maka penulis membuat jadwal hariannya berdasarkan ketepatan waktu ibadah wajib dan sunnah. Jadwal ini saya sebut dengan Jadwal Harian Dunia Akhirat. Adapun aktivitas kategori akhirat adalah aktivitas yang termasuk aktivitas rutinitas sedangkan aktivitas dunia adalah kegiatan yang termasuk dalam aktivitas dinamis. Walaupun pada hakikatnya semua aktivitas itu bermuara untuk keridho’an Allah ya 😂😂,,, 

💐JADWAL HARIAN DUNIA AKHIRAT💐

🕌 Tahajud ⏰ (2am) —>> 🌻aktivitas akhirat 

🕌 Subuh ⏰ (4am) —>>🌻 aktivitas akhirat 

🕌 Dhuha⏰ (6am) —>> 🐦aktivitas dunia 

🕌 Dhuhur ⏰(12am) —>> 🐦aktivitas dunia 

🕌 Ashar ⏰(3pm) —>>🌻 aktivitas akhirat

🕌 Maghrib ⏰(6pm) —>>🌻 aktivitas akhirat

🕌 Isya’ ⏰(7am) —>>🐦 aktivitas dunia

🕌 Qiyamul lail ⏰(10am) —>>🐦 aktivitas dunia 

Dengan jadwal seperti ini InsyaAllah saya lebih konsisten dengan sholat wajib awal waktu sebagai alarm pergantian aktivitas dan cut off time yang efective dan manjur bagi saya 😂😂. Untuk detail aktivitas pastinya tetap menggunakan to do list harian yang lebih fleksibel menyesuaikan kondisi dan keadaan setiap harinya. Bismillah semoga istiqomah Bunda 🙏🙏🙏. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s