Artikel

Menjadi Istri Impian di Universitas Kehidupan 


Penugasan pertama Nice Home Work di matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 4 seakan mengajak kita mengambil sebuah komitmen untuk membuat pilihan dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Yup! Berani membuat pilihan adalah gerbang untuk bisa disebut pemimpin. Yes, you are a leader! Karena kadang tidak semua orang bisa melihat adanya pilihan lain, karena hanya fokus kepada masalah yang ada. Tantangan pertama adalah memilih dan menentukan satu jurusan ilmu yang akan saya tekuni di universitas kehidupan ini. Hidup adalah pilihan, begitulah kata seorang pujangga bukan? Ingin bertakwa atau musyrik? Ingin bersabar atau tergesa gesa? Ingin bersyukur atau kufur? Yuk kita memilih! 

Salah satu ilmu yang saya ingin mahir di dalam nya, tak lain adalah menjadi pribadi istri impian sebagaimana yang dituliskan oleh Isham bin Muhammad Asy-syarif dalam kitabnya Hadzihi Hiya Zaujati. Dalam pengantarnya seorang pengajar masjid Al Nabawi menyebutkan bahwa kitab ini adalah buku pembangun rumah tangga yang paling bagus selama pengetahuannya, karena dituliskan begitu detail tentang karakter-karakter yang wajib dimiliki oleh muslimah dan dilengkapi kurikulum belajarnya. 

Terdiri dari 20 sifat-sifat istri Shalehah yakni memiliki agama yang kuat, berakhlak mulia, mencari ilmu agama beserta kurikulumnya dengan memberikan referensi kitab yang wajib dituntaskan. Bab-bab selanjutnya tentang Adab kepada suami yaitu bab mengetahui kemampuan suami, bab peka mencari ridho suami, bab dermawan tidak menyebutkan kebaikan dan lebih mengutamakan suami. 

Bab berikutnya tentang manajemen rumah tangga seperti bab ke tujuh tentang pandai mengatur keuangan rumah, bab qona’ah, bab memperhatikan keindahan dan keharuman, bab selalu berterima kasih kepada suami, berbuat baik kepada mertua dan saudara-saudaranya, dilengkapi juga bab istri yang bijak mengatasi masalah rumah tangga. 

Bab yang sangat menarik adalah bab ke tiga belas tentang bersungguh – sungguh dalam mendidik anak, yang lengkap dengan kurikulum kitab dan ilmu apa saja yang harus tuntas di ajarkan kepada anak di setiap jenjang usianya. Tiga bab terakhir adalah bab ingat mati, siap di alam kubur, beriman, mujahadah, dan bersabar. Bab ke dua puluh adalah berdakwah di jalan Allah.

Walaupun disebutkan pula oleh penulis jika untuk bisa sempurna memenuhi semua sifat diatas adalah sesuatu yang sulit bahkan mustahil akan tetapi kriteria diatas bisa dipakai untuk acuan belajar. Kenapa kita harus belajar menjadi istri impian karena hal tersebut adalah tujuan dari penciptaan kita, yakni mencapai kesuksesan dunia dan akhirat, dan kembali kepada Allah dengan raport yang baik dengan telah melaksanakan apa yang Allah telah tetapkan dalam kehidupan kita. 

Lalu bagaimana strategi kita untuk bisa menuntaskan ilmu yang mulia ini, yang pertama adalah dengan membuat target pencapaian. Target dibuat dengan manajemen waktu yang baik yaitu target harian, bulanan hingga  target tiap tahun yang ingin di capai baik pribadi, ataupun keluarga. Selanjutnya, target dibuat sedetail mungkin  agar jelas manfaat dan perkembangan yang diraih. Misalnya, kurikulum belajar anak yang sudah dirancang dan di arsipkan dengan rapi, membuat alat pembelajaran mendidik buah hati, misalnya APE metode Glenn Doman. Untuk diri sendiri, disiapkan kurikulum meningkatkan kemampuan minat dan bakat, misalnya kemampuan desain ilustrator, children song dan children literature. Setelah kurikulum dan target keberhasilan, maka diperlukan peran kontroling dan pendampingan, misalnya dengan mencari mentor yang ahli di bidang tersebut dengan adanya kelompok belajar atau kajian pekanan, kursus atau komunitas belajar. Dengan demikian maka belajar akan menjadi lebih menyenangkan karena kita bisa belajar bersama-sama. Yang ketiga adalah evaluasi atas target – target yang telah ditentukan dan perbaikan diri secara terus menerus. Sehingga antara ilmu dan amal itu seharusnya berjalan secara sejajar. Karena ilmu tanpa amal itu tidak ada manfaanya, dan selebihnya akan mengundang mara bahaya.

Dan yang terakhir dari bagian penugasan sesi pertama ini adalah yang terpenting  berkaitan dengan adab menuntut ilmu. Saya pribadi menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan sikap yang harus dirubah dalam adab menuntut ilmu. Dalam hal adab terhadap diri sendiri kelemahan atau kelebihan saya (tergantung eksekusi ya 😂😂) adalah sangat bagus bekerja saat genting alias mepet waktu deadline. Karakter saya ini bisa jadi bomerang, tetapi psikotest untuk karyawan menyebutkan karakter seperti saya ini malah yang harus diterima kerja, buruknya saya jadi suka menunda pekerjaan 😥😥😥 alis suka kepepet. Jadi, sikap pertama yang ingin di ubah adalah menunda pekerjaan dan malas (astaghfirullah, ampuni hambamu ini Ya Rabb)

Saya juga plegmatis berdarah O, mudah mengambil kesimpulan atau inti masalah, membaca situasi dan tidak suka dengan konflik sehingga cenderung pasif di forum (suka dipikir dewe 😌😌😌). Saya kalau tanya di forum itu pasti sudah mikir lama dan matang bahwa itu pertanyaan penting dan saya tidak tahu jawabanya itupun dengan deg deg an 😂😂. Kadang tidak suka dengan konflik malah membuat saya cuek, merasa lebih paham 😥 jadi saya ingin belajar aktif di forum juga tidak cuek dengan orang lain. 

Selanjutnya, terkait adab dengan guru dengan karakter saya adalah murid yang baik he he he pendiam gak neko neko 😂😂 dan pengertian. Yang jelas saya ingin selalu menghormati semua guru saya. Kembali lagi, karena karakter pendiam ini mungkin saya kurang bisa dekat dengan orang baru dengan cepat, seperti halnya teman saya yang lain. Sehingga adab kepada guru yang ingin saya perbaiki adalah bisa memuliakan guru dengan sebaik mungkin, dengan lebih sensitif dan perhatian.

Yang terakhir adalah adab terhadap ilmu itu sendiri. Untuk hal copas dan share mungkin bukan saya banget ya… Bayangkan berapa lamanya saya mikir buat bikin status atau share 😌😌😌. Makanya saya hampir satu tahun mungkin update Fb kurang dari sepuluh post atau mungkin gak pernah sama sekali. Beda dengan menulis di blog karena bukan sosmed yang ada banyak orangnya, jadi saya lebih bebas. Adab terhadap sumber ilmu berupa meletakkan kitab ini yang harus diperhatikan karena kadang buku berserakan ditempat tidur (dikeloni, dibuat bantal 😂😂). Alhamdulilah kepustakaan termasuk kelebihan saya, minat dan bakat saya ada di tumpukan buku-buku, cocoknya jadi pustakawan. Baru dua tahun ini menyadari potensi ini, karena suka mengklasifikasikan buku memberi lebel dengan warna yang berbeda-beda. Dan pastinya suka mengkoleksi buku. Dulu sempat cuek dengan membeli buku bajakan yang murah meriah di loak-an, tetapi sekarang berusaha untuk membeli buku asli, semoga Allah lancarkan rezeki ya… Amin ya Robbal ‘alamin. 

  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s