Artikel · Diary Kehidupan

Belajar me-Manage Waktu #Revolution #Hikmah Gabung Odoj


Ada peribahasa yang mengibaratkan waktu sebagai pedang bermata pisau dua. Saat kita bisa menggunakannya dengan baik, maka waktu bisa menjadi senjata kita yang handal dan penuh manfaat. Sebaliknya saat kita tidak bijak menggunakan waktu, maka leher kita sendiri yang akan terpenggal (Wihh sadis bener,biar dramatis). Intinya, semua orang pasti ingin bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Jika orang Barat bersemboyam waktu adalah uang, maka kata orang Muslim waktu adalah ibadah. Karena bagi seorang muslim, ibadah itu jauh lebih berharga dari pada uang. Nah, sudahkah kita memanfaatkan waktu kita dengan baik? Penulis sendiri merasa  harus terus berusaha untuk belajar mengatur waktu dengan baik. 😂😂 Yup, belajar dan terus belajar karena mengatur waktu itu bukan ilmu pasti seperti perkalian.

Semua orang belajar mengatur waktunya secara otodidak, learning by doing, trial and error. Perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit jika kita terus mengamati dan mencari solusi maka kita akan menemukan cara mengatur semua aktivitas kita dengan tepat dan efisien. Hingga muncullah sebuah “insight” (hore’’’’ Lho iya kan yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainya kan akalnya). Saat datangnya insight inilah kita harus segera action, jangan di batin aja nanti keburu lupa (hehe pengalaman). Kita bisa menuliskannya di sebuah kertas dan tempel ditembok kamar, sehingga kita mudah mengingatnya.

Salah satu pencerahan yang saya dapat adalah saat awal bergabung dengan group tilawah odoj. Saat saya harus mengatur agar bisa tuntas tilawah 1 juz Al-Quran tiap harinya. Okey, kita sebut saja ini adalah metode manajemen waktu “maleman”.  Kenapa maleman karena memang pusat nya adalah aktivitas di malam hari, bukan di siang hari. Kalau biasanya kita memulai hari adalah pagi dini hari, kita akan kembali ke adat orang jawa yang menganggap dimulai hari adalah sore. Lebih tepatnya, setelah saat tiba waktu ashar. Jadi istirahat malam bukanlah pelabuhan akhir setelah seharian beribadah, tetapi malam adalah istirahat sejenak untuk melanjutkan target yang harus diselesaikan besoknya.

Dengan maleman waktu sholat dan istirahat juga lebih tertata, seperti berbentuk simetris. Misalnya, Ashar-to do sth- Magrib- to do sth- Isya- Tidur- Tahajjud- to do sth- Subuh –Dhuhur- Tidur.   Nah, coba kita rasakan dan renungkan! (he he gak percaya juga gak apa apa, cukup saya saja yang ada di fatamorgana ini,, halah lebay 😒)

Kadang ilmu dan semangat sudah menggelora hingga datanglah kata futur (alias kemalasan) sampai lalai pun melanda dan memporak-porandakan target capaian kita 😭. Dan inilah hal terberat dalam mengatur waktu, yaitu istiqomah atau sinonimnya adalah konsisten.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s