Diary Kehidupan

Berawal Dari Sebuah Keyakinan


SAMSUNG CSCSambil menunggu suami yang sedang pengajian, jari jemari ini tergerak menuliskan kembali alunan syair pemikiran yang sudah lama tak pernah tergoreskan di bait-bait kalimat di blog ini. Entahlah, sejak bekerja sebagai jurnalis di koran lokal di Mojokero-Jombang, seakan-akan saya terlalu sibuk bergulat dengan deadline mengirim berita. Hingga blog ini pun terbengkalai. Tapi ya sudahlah (gaya Babe Chabita) yang penting kan tetap menulis. Meskipun itu menulis di koran, blog ataupun di website PAUD yang saya kelola.

Nah, kesempatan kali ini saya ingin menuliskan semua uneg-uneg yang sudah lama ingin saya tulis di blog ini. Inilah bedanya menulis di koran dengan di blog, kalau di koran saya menulis perihal orang lain. Tetapi, di blog ini saya menulis tentang pengalaman saya sendiri. Jadi, saking lamanya tidak menulis d blog sepertinya semua curhatan sudah ke ubun-ubun. 🙂

Salah satu topik yang paling menarik  yaitu perubahan status saya dari single menjadi married. Tepatnya, 15 Oktober 2013 terikrarlah janji suci ikatan pernikahan. Sebuah mahligai indah yang mempersatukan dua insan menambatkan cintanya kepada Rabb Illahi. Berawal dari sebuah keyakinan, iman dan cinta itulah saya menerima khitbah dari seorang pria yang sudah melaksanakan ta’aruf denganku selama kurang lebih tiga minggu.

Pria yang sangat asing dan belum pernah sekalipun aku mnengenalnya. Tetapi, saat ini entah bagaimana sepertinya dua bulan pernikahan kami, saya merasa sudah lama sekali mengenalnya. Awal kisah pernikahan kami, dimulai saat suami saya bersilaturrahim ke rumah orang tua sebagai zisco badan amil zakat dimana bapak saya menjadi donatur dana anak yatim yayasan tersebut.

Dan keyakinan itupun datang dari bapak. Dua jam berbincang-bincang dengan lelaki tersebut, bapak pun langsung menawarkan proses ta’aruf kepadanya. Pembicaraan ini pun tanpa sepengetahuanku. Dan tepatnya, lelaki tersebut belum pernah bertemu langsung denganku. Tapi, setelah menikah, ternyata suami mengaku pernah melihat saya sepintas di acara buka bersama anak yatim yang diadakan dibulan yang sama. Saat itu saya datang untuk mendampingi bapak.

Diminggu yang sama, juga disebuah acara buka bersama dengan anak yatim yang diasuh bapak, lelaki itupun datang sebagai pihak yayasan. Diacara tersebut saya sempat diminta bapak untuk presentasi program bimbel yang mungkin bisa dijalankan untuk program yayasan tersebut. Dan tentu saja saat itu, saya tidak mengetahui perihal perjodohan tersebut. 😦

Beberapa hari kemudian setelah lelaki tersebut menyatakan kesediaannya melanjutkan proses ta’aruf, bapak baru menanyakan pendapat saya.  Subhanallah, saat itu orangnya yang mana saja saya tidak begitu jelas. Hanya sepintas bapak menunjukkan ciri-cirinya. Sayapun menyerahkan kepercayaan kepada orang tua.

Semua terasa begitu singkat, ta’aruf berjalan dengan perantara orang tua saya. Ketelitian bapak tak bisa diremehkan, mulai dari teman kerja hingga beliau berkunjung langsung kerumahnya secara mendadak untuk mengenal lebih dekat. Tak heran jika yang lalu-lalu, bapak jarang melibatkan saya dalam proses ta’aruf. Biasanya dari berakhir dari tahap ta’aruf dengan bapak he he he.

Ups, sampai-sampai celetuk saya. Ini bapak, cari-cari menantu sendiri, dinilai sendiri dan diputuskan sendiri, yah sudahlah (gaya Babe Chabita). Tetapi kali ini, bapak begitu yakin dengan calonnya, hingga beliau pun meminta pendapat saya. Dan telah saatnya semua berawal dari sebuah keyakinan.

Segala proses yang insya Allah dilalui dengan syar’i ini semoga membawa keberkahan dan cinta. Khitbah pun terjalin di lereng gunung merapi di kediaman mursyid yang senantiasa memberikan nasihat-nasihatnya. Agar sebulan penantian akad nikah yang akan dijalani bisa tetap menjaga kesyar’ian proses menuju ikatan suci ini.

SAMSUNG CSC

Iklan

16 thoughts on “Berawal Dari Sebuah Keyakinan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s