Artikel

Bu Umi Yang Selalu Terlihat ‘Fresh’


Umi Mahmudah, Guru Berprestasi Lulusan Deakin University of Melbourne
Tulis Karya Berbahasa Inggris, Rebut Juara Satu

Bu Umi Mahmudah

Kemampuan Umi Mahmudah, 42, berkomunikasi Bahasa Inggris, tak ditampiknya menjadi
faktor pendukung di kompetisi guru berprestasi se-Jawa Timur. Berbekal karya tulis hasil  kegiatan yang pernah ia lakukan, dirinya pun berhasil merebut juara pertama.

TETIK FIRAWATI, Jombang

Perempuan yang biasa disapa Miss Umi ini memang tampak lincah. Oleh siswa-siswanya, dirinya dikenal sebagai guru yang ramah. Tak hanya itu, muridnya juga menjadi suka belajar bahasa Inggris karena cara mengajar gurunya ini. ‘’Bu Umi pintar bicara Bahasa Inggris, selain itu cara menerangkannya juga mudah dimengerti. Jadi saya semakin suka belajar Bahasa Inggris,” ujar Rozy, salah satu murid Umi.

Saat ini Umi mengajar di MTSN Tambak Beras, Jombang. Dengan pengalaman mengajar selama hampir 10 tahun, Umi berhasil menyandang guru berprestasi tingkat Propinsi Jatim dari Kemenag Jatim. ‘’Dalam kompetisi tersebut, terdapat beberapa potensi yang harus disiapkan oleh peserta kompetisi. Yakni, selain sebuah karya tulis yang merupakan hasil penelitian atau laporan kegiatan. Peserta harus presentasi dan mengungkapkan kemampuannya dalam hal perundangan pendidikan dan tentang metode pembelajaran. Disamping itu, juga dinilai bagaimana kesigapan seorang guru dalam menemukan solusi dalam sebuah permasalahan dalam dunia pendidikan,” papar ibu dengan dua orang anak ini.

Dalam pengalamannya mengikuti kompetisi guru berprestasi, Umi membuat karya tulis berdasarkan kegiatan yang telah ia lakukan. ‘’Awalnya saya ingin membuat karya yang berdasarkan penelitian, tetapi waktu yang tersisa tidak cukup. Akhirnya, saya membuat karya sebaik mungkin dengan menggunakan Bahasa Inggris. Mungkin saja, kemampuan Bahasa Inggris menjadi faktor tambahan dalam penilaian. Tetapi, hal ini tak disebutkan dalam kompetisi tersebut. Bahkan, saya juga ingin presentasi dengan Bahasa Inggris. Tapi, juri tak mengizinkan karena ada beberapa juri yang menggunakan Bahasa Indonesia saja,” imbuh Umi.

Umi menambahkan bahwa tak ada persiapan khusus saat dirinya harus memaparkan visi misinya dihadapan juri. ‘’Saya hanya memaparkan sesuai dengan pengalaman yang pernah saya capai hingga saat ini. Sehingga tak ada capaian-capaian muluk-muluk yang saya sampaian. Karena jika tak sesuai dengan apa yang terjadi. Maka hal tersebut bisa menjadi kesalahan yang fatal. Karena apa yang paparkan pastinya tak bisa mengecoh juri yang sudah berpengalaman dibidang pendidikan” ungkapnya.

Umi menuntaskan pendidikannya di program Master of Teaching English for Second Language di Deakin University, Melbourne, Australia. Selain itu, setelah kembali ke Indonesia. Umi aktif sebagai pelatih di program kerjasama Indonesia dan Australia dalam mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris pada guru. Sehingga pada 2005 hingga 2007, Umi menjadi pelatih di program Australia Partnership in Basic Education yang diikuti oleh guru Se-Jatim. Selanjutnya, pada 2007 hingga 2010, ia kembali dipercaya menjadi pelatih Bahasa Inggris di Program English Training For Islamic School.

Dengan berbekal pengalaman ini, tentunya membuat Umi semakin percaya diri. Dirinya pun siap jika akan diadakan kompetisi guru berpretasi tingkat nasional. ‘’Dengan berkompetisi, kita semakin terpacu untuk selalu belajar. Demikian juga dengan saya. Dengan berprestasi, tentunya akan menjadi motivasi juga untuk lingkungan sekitar,” ujarnya.  (tet)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s