Artikel

Tabir Sebuah Do’a


Terdampar di pantai Ngiyep >_<
Terdampar di pantai Ngiyep >_<

Dalam sebuah hadis Qudsi terdapat sebuah kisah tentang misteri dikabulkannya sebuah doa. Kisah yang sangat memilukan dan membuat para pecinta yang selalu memujaNya seakan terlena. Dahulu kala ada seorang raja yang sangat jahat lagi zalim kepada rakyatnya, suatu saat sang raja mengalami sakit keras. Para tabib meminta para keluarga kerajaan untuk mengucapkan perpisahan karena raja mustahil untuk sembuh. Penyakitnya hanya bisa disembuhkan dengan sejenis ikan akan tetapi sekarang adalah musim dimana ikan akan sulit untuk ditemukan. Maka Tuhan mengutus malaikat untuk membuat ikan-ikan di laut muncul ke permukaan sehingga ikan yang bisa menyembuhkan sang raja pun ditemukan. Raja pun sembuh dari penyakitnya.

Sementara di negeri yang lain terdapat seorang raja yang alim lagi selalu berbuat adil kepada rakyatnya. Suatu ketika sang raja sakit keras dan tabib mengatakan raja hanya dapat disembuhkan dengan sejenis ikan. Dan saat itu adalah musim yang tepat karena ikan itu biasa muncul di permukaan. Maka Tuhan mengutus malaikat untuk menenggelamkan ikan-ikan ke dasar laut sehingga ikan itu tidak dapat menyembuhkan raja. Raja yang baik itu pun meninggal dunia.

Konon di alam malakut, para malaikat terlihat keheranan sebagaimana kita sekarang dan bertanya kepada Tuhan, “Kenapa Tuhan mengabulkan doa si raja yang zalim dari pada do’a raja yang alim?”

Tuhan pun menjawab bahwa sejahat-jahatnya sang raja yang zalim banyak berbuat dosa dia pernah melakukan satu kebaikan. Demi kasih sayang Tuhan kepadanya, Tuhan menyegerakan memberikan pahala amal baiknya sebelum meninggal dunia. Sehingga kelak di akhirat nanti ia datang kepada Tuhan  hanya membawa dosa-dosanya. Artinya sudah tidak ada amal sholehnya yang harus di balas oleh Tuhan.

Demikian juga dengan raja yang sholeh. Walaupun ia banyak berbuat baik, ia pernah juga berbuat buruk. Maka Tuhan membalas semua keburukannya dengan musibah. Sehingga menjelang kematiannya masih ada keburukan yang belum diberikan balasannya. Maka Tuhan menolak do’a nya untuk sembuh agar kelak saat ia datang kepadaku di akhirat ia hanya membawa pahala amal sholehnya. Begitulah bentuk kasih sayang Tuhan kepadanya, karena penderitaan diakhirat kelak berlipat-lipat balasanya dari pada penderitaan atau musibah yang kita alami di dunia. 

Nah, sekarang kita memilih yang mana? menghadap Tuhan dengan bersih tanpa dosa, sehingga kebahagiaan akhirat menyongsong kita begitu kita memasukinya, atau kita memilih meninggal dengan menyisakan dosa, sehingga begitu kita memasuki alam akhirat disambut dengan aneka penderitaan yang amat pedih? Jadi mari kita berteguh hati dengan musibah apapun yang kita hadapi toh Tuhan menjanjikan bahwa musibah itu sesuai dengan kemampuan hambanya. Jika kita selalu di uji dengan ujian yang ringan-ringan maka layaknya kita khawatir karena mungkin kita selalu disibukkan dengan masalah sepele yang kurang bermutu. Ingat bahwa semakin kuat seseorang semakin besar ujian dan semakin besar impian. 

Mencoba untuk tidak cengeng dalam berdoa, karena lamanya kita berdo’a bukan apa-apa dibanding dengan Nabi Zakaria. Nabi Zakaria yang tidak berdosa berdoa untuk mempunyai seorang anak dan tidak menyegerakan mengabulkan do’anya sampai usianya 80 tahun. Doanya belum juga dihijabah oleh Tuhan dan pada usia 80 tahun itu, Nabi berdoa: “Tuhanku telah rapuh tulangku, telah penuh ubanku. Tapi aku tidak putus asa berdo’a kepadaMu.” (QS. Maryam 4 ). Lalu bagaimana dengan kita yang seringkali menjadi orang yang lalai?

Dalam sebuah hadis Tuhan berkata kepada malaikat, ” Disebelah sana ada hambaku yang fasik, banyak berbuat dosa, berdo’a kepadaKu. Penuhilah semua permintaannya segera. Karena Aku sudah jera mendengar suaranya. Ditempat lain ada seorang hambaKu yang sholeg sedang berdo’a kepadaku. Tangguhkanlah permintaannya. Karena Aku senang mendengar rintihannya.”

Membaca hadis ini membuat kita was-was akan posisi kita dihadapan Tuhan dan bagaimana Tuhan memandang do’a kita. Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang selalu dirindukan rintihannya oleh Rabb yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Keep fight!

Si Kecil Reihan
Si Kecil Reihan

(Lama tidak menulis di blog karena ada 2 test  Toefl di bulan ini. Ini foto makhluk mungil yang baru hadir di tengah-tengah keluarga, yaitu keponakan tercinta, namanya Reihan 🙂 cakep banget kan.. ) Ini lagi di gendong sama tante) 

Ya Rabb aku ikhlas Kau pertemukan Aku dengan saat yang tepat, sehingga aku bisa membuai makhluk kecil nan imut lagi bercahaya yang akan kau titipkan dia kepadaku sebagai amanah yang mulia.

Iklan

11 thoughts on “Tabir Sebuah Do’a

      1. belum sampai 40 kg kok mba tulisannya.
        setiap tulisan menurut saya punya fungsi masing-masing mba. yang penting baca di saat tepat aja… pas deh tuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s