Inspiring People Around

Kalijaga di Lereng Gunung Merapi @Inspiring People


CIMG7589
Bapak dan Kyai Sholikin

Udara yang sejuk khas suasana pegunungan yang sangat ramah. Saat melihat sekeliling yang nampak adalah keindahan alam berpadu dengan kesederhanaan sebuah masyarakat pedesaan di sebuah lereng gunung. Membuatku merasakan bahwa kesejahteraan bukan pada pusat kebisingan perkotaan. Kebisingan kesibukan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang besar bahkan tak jarang dirasa selalu tak ter cukupi. Itulah kebisingan kota metropolitan dengan segala ambisi nya. Tetapi di lereng gunung ini, setiap jengkal tanah mereka di berkahi dengan kesuburan. Rumput-rumput yang hijau nan subur menyehatkan ternak-ternak mereka. Sore yang tenang dan pagi yang bersemangat serta ber udara sejuk tanpa harus memakai  energi air conditioner.

Begitulah seorang Kyai Sholikin meninggalkan segala kebisingan kota besar dengan segala ambisinya berhijrah ke tanah kelahirannya di desa Pedut, Boyolali. Hiruk pikuk perkotaan tidak menarik lagi buatnya, setelah berhenti menjadi dosen di perguruan tinggi IAIN, beliau tertantang untuk berdakwah di desanya. Beliau memulai dengan membangun sekolah, memotivasi masyarakat untuk menuntut ilmu. Setelah itu, berusaha untuk meramaikan masjid dengan kegiatan keagamaan untuk masyarakat sekitar.

Jika dikota, seorang ustad sudah sangat nyaman dengan segala fasilitas untuk menjadi Da’i. Bahkan tidak jarang lagi da’i sudah menjadi sebuah profesi. Dengan adanya tabel fasilitas yang di standartkan untuk seorang Da’i. Maka hal itu sangat jauh sekali dari apa yang dijalani saat kita berdakwah di pedesaan yang mana terkadang kita harus menempuh tempat pengajian dengan berjalan atau dengan kendaraan sendiri. Dan itupun murni dengan sukarela tanpa imbalan jasa sepersepun.

Di perkotaan cenderung tanpa tantangan karena masyarakat sudah tersendirinya mencari spiritualitas yang ditunjukkan oleh  trend  kalangan masyarakat menengah keatas saat ini. Hal ini karena rutinitas yang padat sehingga secara otomatis muslim perkotaan akan menjadi kering Berbeda dengan dipedesaan yang minim pendidikan, hal ini yang dari dulu sudah bisa dibaca oleh misionaris Kristen. Mereka berdakwah juga dari lereng-lereng gunung.

Kyai Sholikin yang saya kenal adalah sosok yang cerdas, beliau berpengetahuan comprehend mulai fiqih hingga tasawuf. Beliau juga menguasai sejarah islam Jawa. Bahkan, beliau pernah mendapat beasiswa pendidikan pendeta dan memiliki prestasi terbaik disana. Sehingga menurut saya berhadapan dengan siapa saja beliau sangat bijaksana.

Karakter dakwah beliau dipedesaan dengan memberikan solusi-solusi cerdas bagi kebiasaan masyarakat yang dulu kebanyakan masih menyimpang dari syariat Islam dapat di pahamkan dengan cerdas sehingga mampu diterima oleh masyarakat sekitar. Beliau piawai menguak dan mengubah petuah-petuah dari sesajen misalnya, sehingga masyarakat diberi pemahaman dari makna sesajen berkah desa yang dihubungkan dengan filsafah Islam. Salah satu contoh dari kebiasaan masyarakat yang dulu berkah desa diadakan di kuburan sekarang sudah dialihkan ke rumah masing-masing warga untuk saling silaturrahim. Inilah yang membuat saya teringat akan dakwah Kalijaga yang cerdas menyampaikan dakwah yang mudah diterima bahkan sangat menarik masyarakat.

Hal lain lagi yang sangat menginspirasi adalah kesederhanaan keluarga Kyai Sholikhin  yang notabene lulusan master degree di lereng gunung merapi. Ketawadhu’an kepada Ibu beliau didesa. Dan komitmen nya kepada masyarakat yang sangat besar. Beliau bercerita disaat akan menikah beliau bertanya dua syarat kepada calon istrinya yaitu pertama untuk tidak melarangnya jika akan berangkat mengaji (memberi ceramah) dan yang kedua tidak menghalanginya disaat Ia ingin bersedekah. Ayo boleh ditiru nih bagi yang mau menggenapkan agamanya >_<

#catatan kecil yang semoga bermanfaat

Iklan

16 thoughts on “Kalijaga di Lereng Gunung Merapi @Inspiring People

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s