Artikel · Catatan Kajian

Surga itu disini, saat ini, seperti ini…


Surga itu saat ini, disaat kita melihat rumah-rumah berjajar hampir semua orang bisa mempunyai sebuah rumah. Rumah yang nyaman, rumah yang menentramkan orang-orang didalamnya. (Nikmat mana yang engkau dustakan)

Surga itu saat ini, disaat sebuah keluarga bisa tersenyum bahagia hampir semua orang bisa memiliki sebuah keluarga. Seorang suami dan anak, hampir semua orang di dunia ini sudah dipertemukan Allah dengan jodohnya. Jika Anda memandang suami Anda sekarang, sungguh dia (suami Anda) adalah keajaiban dari Allah.

Entahlah, saat memandang pasangan suami istri, saya sering merasa takjub, takjub kepada Sang pemberi jodoh.

Surga itu disini, disaat kita bisa melihat hamparan pohon menengadah dengan indahnya daun-daun yang menerawang. Jalan, sawah, sungai, gunung, lautan bahkan langit yang tidak pernah luput dari pandangan.

Surga itu seperti ini, seperti keadaan kita saat ini. Disaat semua orang sudah diberikan rezekinya masing-masing. Seorang pedagang sayur yang rajin berangkat pagi-pagi buta ke pasar dan dia ikhlas dengan pekerjaanya. Seorang mas-mas penjual mie goreng dipinggir jalan yang dengan gagah perkasa dan tangkasnya membuat mie yang enak adalah penghuni surga saat dia tersenyum dan ikhlas melayani pembelinya.

Surga itu seperti seorang guru taman kanak-kanak yang selalu sabar dan mendidik anak didiknya untuk menjadi anak yang sholeh.

Surga itu seperti kita bisa saling menolong, bisa mencurahkan kasih sayang sesama, ukhuwah (persaudaraan) dan saling berbagi serta berkorban.

Menikmati keadaan kita saat ini, walaupun harus tersenyum dalam sedih, tersenyum dalam lelah. Hidup dengan apa adanya.

Dunia ini adalah surga bagi hamba yang memahami Tuhannya dan selalu bersyukur.

Iklan

13 thoughts on “Surga itu disini, saat ini, seperti ini…

  1. ‘surga’ yang saat ini, ‘surga’ yang di sini dan ‘surga-surga’ yang seperti ini begitu indah, apatah lagi surga yang sebenernya kelak.

    Semoga Alloh kan pertemukan kita di surga-Nya kelak. aamiin.

  2. “Wanita mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk surga.” Hadits ini diriwayatkan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1854, namun sayangnya hadits ini ternyata dha’if (lemah), Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Adh-Dha’ifah no. 1426 menyatakan bahwa hadits ini mungkar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s