Artikel

Kebodohan Kuadrat


Pernahkah kita berfikir bahwa yang paling menakutkan adalah menjadi BODOH, karena kebodohan itu bisa menjadi pintu masuk neraka.

Imam Ali al-Ridla dalam tulisannya menyampaikan sebuah riwayat tentang kebodohan atau disebut juga dungu, dari sabda Isa Al-Masih as., “Sungguh aku telah mengobati orang-orang yang sakit dan aku sembuhkan mereka dengan perkenan Allah, juga aku sembuhkan orang-orang yang buta dan berpenyakit lepra dengan perkenaan Allah, juga aku obati orang mati dan aku hidupkan kembali mereka dengan izin Allah, kemudian aku mengobati yang DUNGU namun aku TAK mampu menyembuhkannya!”

Maka, beliau ditanya, “Wahai Ruh Allah, siapa orang yang DUNGU itu?” Beliau menjawab, “Yaitu orang yang kagum dengan pendapatnya sendiri, yang memandang semua keunggulan ada padanya dan tidak melihat beban (cacat) baginya, yang memastikan semua kebenaran hanya untuk dirinya sendiri. Itulah orang yang dungu yang tidak ada jalan untuk mengobatinya.”

Adapun oleh para ulama membagi jenis manusia menjadi empat golongan :

Orang yang tidak tahu dan dirinya tahu bahwa dia tidak tahu, orang seperti ini termasuk dalam kebodohan ringan yang bisa disembuhkan dengan pendidikan dan pengajaran,

  1. Orang yang tahu tetapi tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, orang seperti ini identik dengan orang yang tertidur sehingga perlu dibangunkan agar ia tahu bahwa ada kelebihan yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umat.
  2. Orang yang tahu dan ia tahu bahwa dirinya itu tahu, Orang inilah yang disebut orang yang bijaksana yang harus diikuti dan dimintai wawasannya.
  3. Orang yang tidak tahu dan ia tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, inilah yang dimaksud dalam sabda nabi Isa diatas, ia bodoh namun tidak merasa dirinya bodoh.  sehingga para sufi memberi julukan orang ini adalah bagaian dari kebodohan kuadrat.

Panggal penyakitnya adalah justru karena ia tidak tahu diri malah dia bersikap ujub.

Sesungguhnya tahu diri secara tulus akan kekurangan dan kelebihan dirinya adalah pangkal dari kearifan. Iman yang benar seharunya melahirkan sikap tahu diri.

Reference :

Tradisi Sufi dari Nabi (KH. Muhammad Sholikin)

Iklan

12 thoughts on “Kebodohan Kuadrat

  1. kebodohan akar pangkat dua dikalikan empat kuadrat dibagi lima ditambah sepuluh…..? berapakah hasil penjumlahan tersebut…..#eh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s