Artikel

Menatap Cermin di Hatimu


Ketika kau hidup semakin dalam di hatimu maka cermin akan nampak lebih bersih dan jelas….
(Rumi)

Hati adalah sebuah cerminan jiwa, dimana jika ia baik maka baiklah segala apa yang diperbuat. Oleh karena itu sayangilah hati mu, jangan sampai ia ternodai karena kelalaian dan godaan setan yang senantiasa menemani. Allah telah berpesan dalam surat Muthaffifin ayat 14 :

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” 

Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda, “Jika seorang mukmin berbuat dosa, maka akan meninggalkan bercak hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, meninggalkan perbuatan itu dan beristighfar kepada Allah, maka hatinya akan kembali bersih. Jika ia terus melakukan dosa, maka bertambah pula bercak hitam di hatinya, sehingga bercak hitam itu menutupi hatinya. Itulah ’rona’ hati yang Allah sebutkan dalam firman-Nya,

Dengan indah Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ mengumpamakan jiwa manusia seperti cermin (al-mir’ah). 

Jika seorang muslim senantiasa menjaga kebersihan jiwa nya maka cahaya Allah yang datang kepadanya akan terpantulkan sangat cerah luar biasa kesegala arah disekitarnya, akan tetapi jika cermin tertutup oleh pekatnya noda dan debu yang mengeruhkan maka cahaya pun tidak dapat ditanggapoleh jiwa apalagi dapat terpantulkan untuk menyinari sekitarnya.

Pekatnya noda dalam cermin hati terbagi menjadi tiga sifat, sehingga hati mereka terkunci.

Pertama, cerminnya terlalu kotor sehingga cahaya Ilahi yang seterang apapun tidak dapat ditangkap dengan cermin rohani yang dimiliki.

Kedua, di antara cermin dan cahaya ada penghalang yang tidak memungkinkan cahaya menerpa cermin, seperti harta, tahta dan kesenangan didunia.

Ketiga, cermin tersebut memang membelakangi sumber cahaya sehingga memang tidak diharapkan dapat tersentuh oleh cahaya petunjuk Ilahi.Misalnya, orang-orang kafir yang sengaja mengingkari Tuhan.

Bersama menatapcermin hati ini, seberapa pekat debu yang melekat, berusaha beristikhomah se usap demi usapan membersihkan permukaan cermin hati yang rentan sekali terkontaminasi dengan keinginan diri dan yang ingin menguasai.

Semoga tidak dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam Al Qur’an surat Al Ahqaf 26.

“Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati merekatidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengngkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.”

Referensi :

Tradisi Sufi dari Nabi, K.H Muhammad Sholikhin

Iklan

7 thoughts on “Menatap Cermin di Hatimu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s