Catatan Kajian

Pribadi Dengan Ilmu


Ilmu itu candu. Saat kita sedikit menikmatinya maka kita akan terus dan terus ingin menikmatinya lagi. Semakin kita minum sedikit saja dari kenikmatan itu sedikit kita akan tahu tentang kebenaran maka terus-dan terus kita akan mencoba untuk terus mencari kebenaran. Ilmu itu akan menyiksa jiwa kita yang haus akan kebenaran. Resah jika tidak pada apa yang seperti ilmu yang kita nikmati. Gelisah saat tidak bisa melaksanakan ilmu yang kita sadari. Ilmu akan bergelut dengan kesadaran dengan kenyataan. Kita adalah ilmu yang kita miliki. Nafas kita, perilaku kita, hidup kita dalah candu itu. Candu yang harus kita puaskan. Atau candu yang harus kita obati untuk ketenangan jiwa yang hakiki.

Ibarat teko, apa yang keluar dari teko adalah apa yang terisi di dalamnya, begitupula dengan pribadi kita, kita adalah setinggi apa kita telah belajar. Belajar untuk menjadi pribadi yang baik. Pribadi yang damai dan bermanfaat bagi orang lain. Dalam ayat cinta Sang Kekasih yang Agung berpesan kepada kita bahwa bukan kearah mana kita memandang tapi kebenaran hakiki adalah saat kita bermanfaat untuk sesama, bertawakal dan mengenal Rabb yang Ar Rahman yang disebutkan mengerjakan amal sholeh, berzakat dan berpuasa hanya karena Allah Ta’ala.

Sering kali mengukur ilmu dan kebijaksanaan kita berarti kita bermuhasabah, dituturkan sang guru ma’rifat bahwasanya bermuhasabah adalah pintu dari ma’rifat kita kepada Allah. Mari berlajar, belajar dan terus bermuhasah.

Iklan

3 thoughts on “Pribadi Dengan Ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s