Kumpulan Kisah Nekat

Blinddate di Jakarta


Akhirnya setelah satu minggu lebih di Jakarta bisa ikut kajian juga disini, dan ternyata ditempat magang juga ada kajian rutin muslimah, okey lets check it out!

Sebenarnya ini bisa disebut janjian ketemu sama saudara bonus menghadiri kajian karena sangat sibuknya saudara saya ini sampai hari sabtu dan ahad pun kegiatan kerja dan kuliahnya penuh sekali. Sehingga kita sepakat ketemu di kajian di masjid BI, dan saya belum pernah ke BI kalau di liat dari monas sih dah kelihatan jadi saya putuskan untuk berjalan kaki melewati monas, dan ternyata cukup jauh.

Cerita menarik dari ketemuan saya ini dengan saudara yang sampai saat ini saya hanya bertemu dua kali saja yaitu saat saya kecil banget mungkin kelas 3 SD dan saat saya kelas 2 smp itupun hanya sepintas saja. Jadi bisa dibilang saya memang sangat ingin bertemu dengan saudara saya ini. Dan saya merasa bahwa diantara kita berdua banyak sekali kemiripan, dimulai dari saat kita bertemu dulu yang kita sama-sama masih polos dan belum mengenal Islam dengan baik, hingga kini kita telah berjuang dengan kehidupan masing-masing saat kita tidak ingin menyerah dengan kondisi keluarga kita, kita sama-sama berjuang untuk impian masing-masing, untuk ukhti Neng senangnya kita bisa mngikuti kajian bersama. 🙂

Tentang kajiannya, ternyata walaupun kajiannya diadakan malam hari, pesertanya masih banyak sekali, kajiannya dimulai pukul 19.30 sampai 21.00, malam yahh.

Semoga banyak kajian yang bisa saya ikuti nanti nya, iri kalau ada sama saudara yang di Malang kalau kerjaan saya disini hanya menjarkom kajian saja, sedangkan saya tidak bisa ikut kajian.

Sebagai bekal memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan, mengingatkan kita kembali untuk mengikhlaskan niat-niat kita dalam beribadah hanya karena ingin mendekatkan hati kita kepada Allah. Karena sangat sulitnya menjaga niat kita, dimana banyak sekali noda-noda yang akan membelokkan niat kita, bahkan niat yang baikpun dengan mudahnya berbelok menjadi korban-korban pujian dan kemunafikan yang hanya menginginkan sebuah keistimewaan dihadapan manusia saja bukan keistimewaan dihadapan Sang Maha Memiliki Keistimewaan. Untuk itu perlu sebuah mujahadah dalam meluruskan niat kita, memperbarui dan terus memperbarui niat kita, bagaikan cermin yang selalu kita bersihkan akan nampak indah dan memantulkan cahaya yang bersinar bukan kaca yang kotor, yang gelapnya menghalangi datangnya cahaya.

Selamat datang Ramadhan, mari kita sambut bulan suci dengan persiapan yang sebaik-baiknya. Semangat!

Iklan

7 thoughts on “Blinddate di Jakarta

  1. Saya pernah jalan di samping BI itu, hehe… *siapa yang nanya* 😀
    Subhanallah, dimanapun disempatkan tuk ikut kajian ya 🙂
    Mari beribadah sebanyak-banyaknya di bulan suci ini 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s