Artikel

Bersama Sahabat Sejati


Ya Allah pertemukanlah aku dengan sahabat sejatiku yang bisa membersamaiku ke surgaMu kelak. Sahabat yang aku sangat mencintainya karena kecintaanku kepadaMu. Sahabat yang menemaniku merajut warisan Rosulullah yaitu persahabatan yang indah.

Indahnya sebuah persahabatan, Persahabatan adalah suatu ikatan yang menyejukkan,yang menyatukan hati seorang hamba Allah, hingga apapun yang dirasakan oleh sahabat kita seketika itu sampai pada kita, kita akan bisa mencintai sahabat kita sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri. Persahabatan adalah warisan Rosulullah yang mana telah banyak di contohkan oleh Beliau dan para sahabatnya.

Inilah contoh Rasulullah dalam menjalin tali persahabatan:

·         Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan menghinakannya. Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat nanti. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. (Shahih Muslim)

Rosulullah dan para sahabatpun tercipta ikatan persahabatan yang sangat erat hingga di Surga Allah kelak, sebagaimana tercermin dalam hadist Rosulullah yang menggambarkan kesetiaan ikatan persabatan tersebut. Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa Rasulullah saw. pada satu hari berada di atas mimbar lalu beliau bersabda: Ada seorang hamba yang diberikan pilihan oleh Allah antara Allah akan memberinya kemewahan dunia atau memberi sesuatu yang ada di sisi-Nya. Ternyata hamba itu memilih sesuatu yang ada di sisi-Nya. Setelah itu Abu Bakar tampak menangis kemudian berkata: Kami bersedia menebus engkau dengan bapak dan ibu kami. Abu Said Al-Khudri ra. mengatakan: Rasulullah saw. lah hamba yang telah diberikan pilihan itu. Dan Abu Bakar sendiri yang memberitahukan hal itu kepada kami. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya orang yang paling setia kepadaku baik dalam hartanya maupun dalam persahabatannya adalah Abu Bakar. Kalau saja aku boleh mengangkat seorang khalil (kekasih), niscaya aku akan memilih Abu Bakar sebagai kekasih. Akan tetapi dia adalah saudaraku di dalam Islam. Sungguh tidak akan diciptakan pada mesjid ini sebuah pintu kecil pun kecuali hal itu memang milik Abu Bakar. (Shahih Muslim)

Rahasia dari persahabatan Rosulullah yang sejati adalah karena pondasi persahabatan yang berupa ketakwaan, bukan persahabatan yang semu yang didasari oleh kepentingan duniawi atau bahkan kemaksiatan. Imam Ath Thabari rahimahullah mengatakan,
“Pada hari kiamat kelak, kalangan yang saling mencintai di atas dasar kemaksiatan kepada Allah ketika di dunia, akan saling saling bermusuhan. Mereka saling berlepas diri (enggan membantu teman mereka). (Mereka semua saling bermusuhan), kecuali mereka yang saling mencintai di atas dasar ketakwaan kepada Allah ta’ala. ”
Demikianlah, jika persahabatan tidak dibangun di atas ketakwaan…yang ada hanyalah persahabatan yang semu…tidak akan kekal.
oleh karena itu, di antara ciri persahabatan sejati adalah tatkala diri kita memberanikan diri untuk menasehati saudara kita apabila dia melakukan kesalahan dan membantunya jika dia hendak berupaya untuk melakukan kebaikan. Ketahuilah…kita adalah sahabat yang buruk tatkala kita enggan meluruskan saudara kita ketika dia melakukan kesalahan. Kita malah diam, dengan dalih nasehat dikhawatirkan akan meretak jalinan persabahatan yang selama ini dibangun.

Semoga kita dipertemukan dengan para sahabat yang akan menambah ketakwaan kita, dan amalan amalan kita untuk saudara kita menambah kecintaan Allah kepada kita.  Sebagaimana di kisahkan di dalam sebuah hadist :“Seorang pria mengunjungi sahabatnya yang berada di kota lain. Allah pun mengutus seorang malaikat untuk mengawasi jalan yang akan dilaluinya. Ketika mereka bertemu, malaikat pun bertanya kepada pria itu, “Kemana tujuanmu?” Pria tadi menjawab, “Saya hendak mengunjungi seorang sahabat di kota ini.” Malaikat kembali bertanya, “Apakah engkau mengunjunginya karena ada keperluan yang hendak engkau tunaikan?” “Tidak, saya mengunjunginya tidak lain karena saya mencintainya karena Allah ‘azza wa jalla” jawab pria tersebut. Maka malaikat pun berkata, “Sesungguhnya saya adalah malaikat Allah yang diutus kepadamu untuk memberitakan bahwa sesungguhnya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya.”

Iklan

12 thoughts on “Bersama Sahabat Sejati

  1. Subhanallah, andaikan punya sahabat atau seandainya saya dapat menjadi seorang sahabat seperti itu, tapi pada kenyataannya seringkali sebuah persahabatan selalunya digondeli oleh kepentingan terselubung, walaupun banyak juga yang didasari oleh ketulusan.

    Semoga kita termasuk orang-orang yang membina persahabatan dengan ketulusan semata, amin!

  2. “sahabat sejati bukanlah mereka yang selalu terlihat mata, tetapi ia yang selalu mengingat kita dalam do’anya”
    semoga kita bisa menjadi sahabat-sahabat sejati bagi sahabat kita, aamiin 🙂

    do the best, get the best… 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s