Artikel

Dari Budaya-pun Wanita Adalah Kesatria


Keajaiban dunia kedelapan yang satu ini memang tidak pernah habis untuk dibicarakan. Wanita sebagai salah satu unsur utama ketatanan sebuah masyarakat, memiliki banyak sekali segi yang menarik. Istilahnya dari ujung kaki hingga ujung rambut seorang wanita adalah keindahan. Bahkan keindahan ini tidak hanya keindahan yang tampak secara fisik akan tetapi hingga keindahan yang memancar dari sebuah kemampuan berfikir, kecerdasan, keberanian, dan keteguhan. Itulah wanita, sebuah makhluk yang sangat kompleks dalam keterlibatannya dalam membangun sebuah peradaban, begitu juga dengan apa yang di tunjukkan oleh sebuah budaya. Budaya telah banyak menunjukkan siapakah wanita itu?

Wanita adalah Dewi Sekartaji yang kesatria dan setia yaitu seorang sosok wanita dalam kebudayaan Panji. Kebudayaan yang sebenarnya adalah nafas bagi masyarakat jawa timur, kebudayaan panji adalah karya besar jawa ataupun nusantara yang telah menyebar keseluruh wilayah di Indonesia bahkan hingga mancanegara. Dikisahkan seorang Dewi sekar taji yang terpaksa keluar dari kratonnya karena berpisah dengan sang kekasih,Panji Asmara Bangun. Sehingga ia melakukan pengembaraan. Dalam pengembaraannya ia berjuang dengan kegigihannya sehingga ia bisa menjadi orang yang ksatria bahkan melebihi seorang lelaki, ia bisa menjadi seorang raja dengan kecerdasan dan kerja kerasnya. Hingga akhirnya ia bisa bersama sang kekasihnya kembali. Kegigihan Dewi sekartajipun diceritakan dalam banyak kisah meliputi kisah timun mas, bagaimana timun mas yang pemberani bisa menghadang sang Buto Ijo. Dalam kisah Ande-ande Lumut dikisahkan bagaimana klenteng kuning dengan tegasnya menolak Yuyu Kangkang dan berani melawannya. Ataupun dalam kisah cindelaras, diceritakan bagaimana sang Dewi dengan teguhnya membesarkan sang buah hati di hutan dan tanpa dendam kepada sang suami yang telah melupakannya. Demikianlah budaya kita yang mengagungkan seorang wanita. Bukanlah sosok yang harus dilindungi saja, bukan sosok yang hanya menyerah tanpa kekuatan untuk menunjukkan keberaniannya.

Lalu apa yang membuat wanita sekarang merasa dirinya tidak disetarakan dengan para kaum adam. Bagaimana bisa masyarakat kita masih berpikir bahwa wanita itu hanya sosok yang lemah. Sehingga masih banyak kasus yang merugikan wanita, misalnya kasus kekerasan rumah tangga. Maka cobalah masyarakat memahami kebudayaannya, bagaimana agung budaya yang telah menceritakan keindahan wanita itu. Sebuah hikmah kisah yang akan mengantarkan kita menjadi peradaban yang maju dengan menghormati seorang wanita. Dan mampu memahami bahwa wanita mempunyai keberaniannya dan mengeksplorasi kemampuannya. Budaya kita ini telah benar-benar mengajarkan bagaimana seorang wanita yang pantang menyerah. Niscaya jika kita menjaga budaya kita maka kita tidak akan pernah mengesampingkan peran seorang wanita.

 

Iklan

18 thoughts on “Dari Budaya-pun Wanita Adalah Kesatria

  1. terkadang, bukan hanya bagaimana masyarakat memandang wanita,
    tapi juga bagaimana wanita memandang diri nya sendiri yah tik
    wanita harusnya memandang dirinya kuat, seperti Dewi Sekartaji
    šŸ™‚

  2. (Maaf) izin mengamankan KEDUAX dulu. Boleh, kan?!
    Sering kali saya mendapati justru wanita itu sendiri yang membatasi dirinya untuk berkembang. Dengan berbagai pemikirannya sendiri

  3. Cerita-cerita yang disebut Tetik memang mengagungkan wanita, tetapi banyak juga (bahkan lebih banyak) cerita, juga realitas sosial yang ada, yang menunjukkan bahwa wanita sangat sering menjadi obyek kekerasan dan kesewenang-wenangan …

  4. Seperti yang disebut di artikel ini, budaya menganggap wanita adalah makhluk yang agung adalah milik bangsa ini. Tapi, yang jadi pertanyaannya, apakah konsep ini udah “membudaya”, bukan hanya sesuatu yang ada di sekitar kita tanpa ada keinginan untuk menerapkannya dalam kehidupan?

  5. menurut saya karakter asli wanita jawa seperti apa yang saya tulis berkarakter kesatria, tapi kalau diliat dari dunia nyata ya tetap ada yang bersifat melenceng dari nilai budaya… itu kan hukum alam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s