Artikel

Ketan Merdeka Jombang


Maaf ya postingannya tentang makanan lagi, bukan Tetik kalau gak doyan makan dan kuliner.  Minggu ini Tetik pulang kampung lagi, ke Jombang kota Santri. Nah ada jajan enak mengenyangkan favorit keluarga di hari minggu, pagi-pagi suasana di Jombang sejuk dan tenang banget jalanan sepi hanya beberapa pejalan kaki yang sedang beroleh raga, tapi kalau agak siang sedikit sudah banyak yang berjalan pagia ria, sepanjang jalan Wahid Hasyim memang di hari minggu digunakan untuk wilayah jalan pagi.

Pukul 5 pagi di hari minggu sebuah warung sederhana sudah banyak pengunjung yang mengantri, wah kalau Tetik tidak pagi-pagi mengantri bisa-bisa jam 6 saja sudah tidak kebagian. 😦 . Ketan merdeka ini adalah jajanan traditional yang terus bertahan di era modern ini, jajanan ini punya banyak penggermar. Termasuk bapak saya, gemar banget bagi-pagi setelah jalan-jalan terus makan ketan.

Bisa dikatakan warung ketan merdeka ini paling populer di Jombang semua kalangan bahkan paling banyak orang-orang penting di Jombang adalah pelanggan ketan merdeka. Setiap hari, Warung Ketan Merdeka buka pukul 05.00-08.00 WIB.  tapi kalau hari minggu jangan coba-coba datang lebih dari pukul 6.30 pasti sudah kehabisan. Apasih rahasia ketan merdeka??

Ketan ini sempat masuk koran surya lho, berikut beberapa ulasan dari redaksi surya. Ketan sudah dipersiapkan sehari sebelumnya. Pagi hari direndam, sore dicuci lalu direndam lagi, dan malam hari baru dikukus. Sementara bumbunya, berupa taburan bubuk kedelai, diolah pada pagi hari. Bumbu kedelai itu memang harus dibuat sedekat-dekatnya dengan saat disajikan meski itu lebih merepotkan. semua bahannya masih segar. Bubuk ini terbuat dari kedelai, garam, dan gula. Selain rasa manis, ada juga bumbu kedelai rasa pedas yang dicampur kelapa dan sedikit cabai merah. Bubuk kedelai berbumbu inilah yang semakin menambah selera makan.

Pembeli bisa memilih antara dua macam ketan, hitam atau putih. Parutan kelapa ditaburkan di atasnya bersama bumbu kedelai manis dan pedas. Ketannya punel, apalagi ketan hitamnya, terasa manis. Ketan hitam yang dicocol bubuk kedelai tidak banyak ditemui di daerah lain. Biasanya yang dicocol dalam bubuk kedelai adalah ketan putih. Ketan hitam lebih banyak digunakan untuk bubut ketan hitam karena rasanya lebih legit dan sedikit manis.

Di warung ini justru ketan hitam itu disajikan dengan bumbu kedelai yang gurih. Perpaduan rasa ketan yang sedikit menyisakan rasa manis dan bubuk kedelai gurih itulah yang dicari. Ketan ini lebih nikmat jika di-puluk, makan tanpa sendok dan langsung menggunakan tangan. Maka, Mardiyah menyediakan sebaskom air sebagai cuci tangan. Padanannya, pembeli sering memesan kopi panas atau teh dan jahe hangat sebagai pelega tenggorokan seusai menyantap ketan.

Kopi panas dihidangkan memakai cangkir kuno berukuran kecil, terbuat dari keramik putih dan berhias bunga, lengkap dengan piring cawan atau lepek. Selain mengingatkan perabot makan milik nenek di rumah, cangkir keramik ini diyakini dapat meredam panas sehingga kopi lebih nikmat.

Seporsi ketan di warung ini dihargai Rp 2.500. Kalau enggan makan di tempat, bisa minta dibungkus. Kertas pembungkus bagian luar memang memakai kertas lilin warna cokelat, tetapi agar rasa khas ketan tidak hilang dan tidak lengket, Mardiyah melapisinya dengan sobekan kecil daun pisang.

Jalan-jalan Ke Jombang jangan lupa mampir ke Ketan Merdeka ya 🙂

Iklan

28 thoughts on “Ketan Merdeka Jombang

  1. Hadoooooow, aku pingin banget.
    Jadi inget dulu di kampungku aku juga sering nyegat orang jualan ketan ini, tapi sekarang yang jualan udah tua jadi berhenti gak jualan lagi…..
    Aku jg suka kepingin ketan bubuk, tahu kan??

    Berkunjung kesini disuguhi makanan, hm….

    *meski aku nggak boleh banyak2 makan ketan ni…

  2. jadi laper Tik…
    kuliner tradisional tak pernah kehilangan pesona
    bahkan lebih sehat, nutrisinya lebih lengkap
    tanpa rekayasa pengawet, pemanis dan lainnya
    kirim sebungkus ya Tik..
    salam sukses..

    sedj

  3. Sapaannya akrab banget sama Tetik
    Makasih Pak, wadou Tetik belum ke Jombang nih Pak
    Nyampek semarang gimana ya Pak jadinya >_<

  4. hmmmm yummy, inget ketan, inget ayahku mbak, kalo sarapan biasanya pasti nyuruh aku beli ke pasar pagi yg emang jualan kue2 buat sarapan.

  5. dengan nama ‘ketan … selera langsung ON nih,
    ketan kesukaanku, bayangkan aja … hihihi
    kalo disediain 2 menu, 1 ketan + durian dan 1 lagi ayam panggang (or makanan lain yg enak) … aku pilih *ketannnnnn … 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s