Artikel · Catatan Kajian

Kehebatan Semu


Kita sering merasa hebat bisa dapat IP cumlaude, bisa dapat uang sendiri, bisa jadi mahasiswa berprestasi, bisa kesana-kemari dengan kesibukan menjadi seorang organisator. Selalu ada sedikit dzon-dzon di hati kita dengan sebuah kata “kebanggaan”. Banyak sekali kriteria yang dapat mengukur sebuah kehebatan, kadang dari aspek materi ataupun kekuasaan. Mereka dengan segala kenikmatan kadang tergelimang dengan sebuah kesemuan kata “hebat”.

Sebuah kisah dari seorang Sufi, seperti demikian, “Tuanku, engkau boleh berjalan di atas air!” murid-muridnya berkata dengan penuh kekaguman kepada Bayazid Al-Busthami. “Itu bukan apa-apa. Sepotong kayu juga boleh,” Bayazid menjawab. “Tapi engkau juga terbang di angkasa.” “Demikian juga burung-burung itu,” tunjuk Bayazid ke langit. “Engkau juga mampu bepergian ke Ka’bah dalam semalam.” “Setiap pengelana yang kuat pun akan mampu pergi dari India ke Demavand dalam waktu satu malam,” jawab Bayazid. “Kalau begitu, apa kehebatan seorang lelaki sejati?” murid-muridnya ingin tahu. “Lelaki sejati,” jawab Bayazid, “adalah mereka yang mampu melekatkan hatinya tidak kepada sesuatu pun selain Tuhan.” Demikian lah seorang hamba Allah memaknai sebuah kehebatan sejati.

Namun benarkah, kehebatan yang kita banggakan itu selalu dapat membuat kita bahagia, ternyata kenyataan tidak seindah yang kita bayangkan. Kehebatan kita, adalah semu, karena ada yang Maha hebat, Maha dasyat yang tiada tertandingi. Maka sumber kehebatan yang hakiki, keagungan dan keunggulan adalah Allah Subhanallahu wa taála.

Kalaupun ada makhluk yang memiliki keunggulan tiada lain karena pemberian Allah. Jika seseorang mengakuinya sama saja ia mengakui-akui milik Allah. Tidak mengherankan jika kehebatan sebenarnya adalah muncul dari sebuah titik, yaitu titik kecintaan dan ketaatan hanya kepada Allah. Ftrah bertauhid, adalah sebenar-benarnya landasan keunggulan dan keagungan. Berbagai kehebatan yang menyamarkan, akal, prestasi, kesuksesan, harta, hanya akan mencapai keagungan sebernaynya jika dilandasi dengan iman.

Iman merupakan sebuah pokok kualitas yang hakiki, menyambung sebuah kehidupan dengan zat yang maha besar, Allah. Lemahnya iman akan membuat munculnya segala problema. Meskipun seseorang tersebut mempunyai segala kehebatan duniawi. Tapi jika memiliki iman yang lemah maka akan terjerumus dalam sebuah bencana.

Wallahu a’alam bish shawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s