Artikel

Problema “The Best Supporter”


Pulang kampung seminggu sekali… dasyat…Enjoy aja….

Mudik kali ini beda dari yang lain, spesial tapi gak pake telor….satu bus bersama rombongan supporter Aremania, perjalanan jadi lebih seru….

Kesan pertama banyak penumpang yang jadi agak takut bareng dengan gerombolan pemuda-pemuda, yang ramai dan kocak abis sih menurut ku, mereka bilang “kita arema bukan Bonek”, jadi masyarakat gak perlu takut mungkin seperti itu yang ingin mereka ungkapkan. cukup salut dengan aremania ini mereka rela berdiri dari malang menuju jombang dan memberikan tempat duduknya untuk orang lain, padahal mereka bayar hampir sama, tarif normal 14 ribu, mereka kena 10 ribu. Mereka menuju jakarta jadi ke Jombang dulu baru naik kereta jurusan Jakarta. Sepanjang perjalanan mereka menghibur diri, dengan main musik, bercanda tidak jelas jluntrunganya, wis pokok e biar mereka tidak bosan,maklum perjalanan mereka jauh apalagi dengan kesan pertama perjalanan harus berdiri kurang lebih tiga jam dengan puspa indah, memang semua dari mereka anak malang tapi tidak semua ngerti dengan kejamnya perjalanan puspa indah …huee..sadis amat istilahnya……

Yupsss… naik puspa indah saya sendiri sering berdiri jombang malang ato sebaliknya, dan otomatis dengan tarif yang sama dengan yang dapat duduk. berdiripun kadang dalam keadaan yang desak-desakan, dan tidak pernah terlewatkan juga kena bus yang mogok…. puspa indah..puspa indah, perjalanan denganmu tak selalu indah. Belum lagi dengan saya yang demam motion sickness dengan jalan yang lerliku, muter dan nanjak, Pujon line belum sepenuhnya saya takluk kan walaupun saya sudah 2 tahun pulang-pergi ke malang. saya sering mabuk plus muntah…huihh…. tapi tetep cool kok muntahnya (sudah prefesional)

next… cerita arema menuju jakarta …

Tapi, kesabaran ada batasnya, aremania semakin gerah dan kepanasan meninggalkan kampungnya yang lumayan dingin. Emosi mereka semakin naik,bersamaan dengan naiknya suhu udara di bus itu, sampai di kandangan sampai deh dengan omongan gak karuan dan makian ke kendaraan di jalan, karena kondisi jalanan yang panas dan macet, at least dengan kondisi mereka yang capek.

Arema bisa jadi bonek seketika…. hanya dalam 3 jam perjalanan pertama mereka… menjadi the best suppoeter. Tidak mengherankan bonek bisa sebrutal itu, ya karena kondisi mereka yang sangat-sangat tidak stabil, arema bisa adem kerena didukung dengan rumahnya yanglebih adem dibanding bonek yang rumahnya membuat mental mereka cepat panas sepanas udara di Surayaba….

Iklan

6 thoughts on “Problema “The Best Supporter”

  1. Yah, mungkin ini benar.
    Saya sebagai suporter Persebaya (saya gak mau disebut bonek karena saya gak cuman modal nekat) mengerti perasaan para bonek. 😀
    Arema benar2 beruntung. 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s