Artikel

Gak Ada Inspirasi ???


Gak ada inspirasi menandakan kita tidak rajin membaca .  Sudah terbukti oleh saya sendiri, beberapa hari tidak baca, otak kita semakin banyak space kosong. Wuhf…..

Tapi al hasil dapat koleksi emotion-emotion lucu

Tapi bukan ini yang saya mau bagi-bagi di sini.  Tapi dari pengalaman jenuh yang tidak ada inspirasi. mUlailah saya mencari tips bagi penulis yang berkaliber pemula seperti saya buat terus konsisten untuk menulis. yah kenapa yang muncul emotion ini lagi yach … gak  apa-apa wis, lanjut.. ini adalah tips-tips yang saya peroleh dari berlangganan artikel  di pelatihan jurnalistik. Ditulis olehFarid Gaban,  mantan wartawan Tempo, kini Direktur Kantor Berita Pena Indonesia, berikut adalah mental yang harus dimiliki oleh seorang penulis :

Kesediaan untuk berbagi, Mereka tak puas hanya menulis untuk kalangan sendiri yang terbatas atau hanya untuk pembaca tertentu saja. Mereka akan sesedikit mungkin memakai istilah teknis atau jargon yang khas pada bidangnya; mereka menggantikannnya dengan anekdot, narasi, metafora yang bersifat lebih universal sehingga tulisannya bisa dinikmati khalayak lebih luas. Mereka tidak percaya bahwa tulisan yang “rumit” dan sulit dibaca adalah tulisan yang lebih bergengsi. Mereka cenderung memanfaatkan struktur tulisan sederhana, seringkas mungkin, untuk memudahkan pembaca menelan tulisan.

* Kepekaan dan Keterlibatan. Bagaimana bisa menulis masalah kemiskinan jika Anda tak pernah bergaul lebih intens dengan kehidupan gelandangan, pengamen jalanan, nelayan dan penjual sayur di pasar? Seorang Soe Hok Gie mungkin takkan bisa menulis skripsi yang “sastrawi” jika dia bukan seorang pendaki gunung yang akrab dengan alam dan suka merenungkan berbagai kejadian (dia meninggal di Gunung Semeru). Menulis catatan harian serta membuat sketsa dengan gambar tangan maupun tulisan seraya kita bergaul dengan alam dan lingkungan sosial yang beragam mengasah kepekaan kita. Kepekaan terhadap ironi, terhadap tragedi, humor dan berbagai aspek kemanusiaan pada umumnya. Sastra (novel dan cerpen) kita baca bukan karena susunan katanya yang indah melainkan karena dia mengusung nilai-nilai kemanusiaan.

* Kekayaan Bahan (resourcefulness). Meski meminati bidang yang spesifik, penulis esai yang piawai umumnya bukan penulis yang “berkacamata kuda”. Dia membaca dan melihat apa saja. Hanya dengan itu dia bisa membawa tema tulisannya kepada pembaca yang lebih luas. Dia membaca apa saja (dari komik sampai filsafat), menonton film (dari India sampai Hollywood), mendengar musik (dari dangdut sampai klasik). Dia bukan orang yang tahu semua hal, tapi dia tak sulit harus mencari bahan yang diperlukannya: di perpustakaan mana, di buku apa, di situs internet mana.

* Kemampuan Sang Pendongeng (storyteller). Cara berkhotbah yang baik adalah tidak berkhotbah. Persuasi yang berhasil umumnya disampaikan tanpa pretensi menggurui. Pesan disampaikan melalui anekdot, alegori, metafora, narasi, dialog seperti layaknya dalam pertunjukan wayang kulit.

Sekian semoga bermanfaat

Iklan

5 thoughts on “Gak Ada Inspirasi ???

  1. Yap, memang sebenernya sekitar kita itu bisa digunakan untuk ide menulis. Kalo kita peka dan sensitif terhadap lingkungan, banyaaaaak banget yang bisa ditulis. Berhubung saya ga terlalu peka (setidaknya belum :D) jadi saya nulisnya itu-ituuuuuu aja… 😆

    1. Jangan pikir apa yang kita tulis tapi tulis apa yang kita pikir 🙂

      Teorinya gampang tapi praktek emang susah 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s