Artikel

Islam Harus Diintergrasikan ke Berbagai Disiplin Ilmu


Pembagian sistem antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan telah menghasilkan para intelektual yang memiliki kesenjangan keilmuan. Sementara pondok pesantren menghasilkan santri yang tak mengenal pendidikan umum, siswa di sekolah umum tidak banyak mendalami ilmu agama. Keduanya sama-sama merasa di dalam jalan yang benar dengan argumentasi aqli dan naqlinya masing-masing. Sekalipun sistem madrasah telah dikenal luas, pada dasarnya integrasi antara pendidikan umum dengan agama masih belum maksimal padahal penting artinya dalam membentuk moral dan intelektual seseorang.

Demikian yang terangkum dalam Semiloka Islam dan Disiplin Ilmu bagi dosen Pendidikan Agama Islam dan dosen bidang disiplin ilmu Perguruan Tinggi Umum (PTU) di Jawa Timur yang digelar di gedung PPI UB, Kamis (6/5). Dibuka oleh rektor UB Prof.Dr.Ir.Yogi Sugito, semiloka ini mengambil tema “Islam dan Sains serta Etika Profesi dalam Implementasi Perkuliahan Pendidikan Agama Islam dan Berbagai Bidang Disiplin Ilmu”. Dalam semiloka ini, beberapa akademisi bidang ilmu tertentu mengupas keterkaitan antara ilmu pengetahuan yang mereka kaji sehari-hari dengan ilmu agama. Hadir sebagai pemateri dalam acara ini adalah Prof.Dr.Ir.Ika Rochjatun Sastrahidayat; Prof.Dr.dr. Mohammad Amin, Sp.P.(K); Dr.ir.Abdullah Shahab, MSc; Prof.Dr.Iwan yuwono, SE.Ak.MEc.PhD; Prof.Dr.H.Sjechul Hadi P. SH.,MA.

Pembantu Rektor I UB Prof.Dr.Ir.Bambang Suharto dalam sambutannya mengatakan, pendidikan agama Islam harus bisa mendasari religiusitas dalam pengajaran berbagai disiplin ilmu. Sedangkan guru besar FP UB Prof.Dr.Ir.Ika Rochjatun Sastrahidayat menyampaikan, ilmu pengetahuan dan agama selalu berada dalam fungsi yang saling membantu dan saling mengisi. Ketika ilmu pengetahuan tidak mampu mencapai kebenaran hakiki, maka kacamata ilmu agama akan bisa menjangkaunya. Sebaliknya agama tidak akan bisa dioperasikan dalam mengelola alam seisinya tanpa adanya ilmu pengetahuan.

“Oleh karena itu sistem pendidikan interdisiplin antara sains dalam Islam sudah semestinya dikembangkan,” ucapnya. Menurutnya dengan sistem ini, di mana kurikulum yang dipaket merupakan penyatuan utuh dari nilai-nilai wahyu dan fenomena alam raya akan mampu menjabarkan kaidah-kaidah sains dan religi dalam cara berfikir dan tingkah laku secara terpadu (integrated) dan menyeluruh (holistic).

Menurut guru besar FK Unair Prof.Dr.dr. Mohammad Amin, Sp.P.(K), misalnya dalam ilmu kedokteran, peran agama menjadi penting dalam memaknai hubungan antara seorang yang sakit dan orang yang harus berusaha menyembuhkan si sakit. Agama akan membekali seorang dokter dalam perannya sebagai penyembuh misalnya tentang memuliakan nilai kemanusiaan, altruism atau mendahulukan kepentingan pasien, dan juga nilai-nilai kearifan yang lain. “Islam juga membekali seorang dokter untuk ikhlas dalam membantu, tertib dalam bekerja, serta menyelesaikan pekerjaannya dengan sebaik mungkin,” tuturnya.

Islam sendiri memandang ilmu sebagai sesuatu yang membawa manfaat, berimplikasi kepada kemaslahatan, sekaligus sakral. Sesuai dengan penjelasan dosen ITSSurabaya Dr.ir.Abdullah Shahab, MSc, ilmu pengetahuan tanpa disertai kearifan tidak akan bermanfaat dan tidak akan berkembang, kehilangan nilai skaralnya, dan bisa membawa bencana. Kearifan dalam Islam untuk selalu mendampingi ilmu pengetahuan ditunjukkan dengan kemampuan mencari petunjuk arah dalam kesesatan, memilih jalan yang lurus ketika jalan mulai berpencar, menjadikan kesalahan sebagai stepping stone menuju kemuliaan, serta melihat di balik fenomena untuk menjangkau hakikat. [fjr]

sumber : http://prasetya.ub.ac.id/mei10.html#integrasiislam

Iklan

5 thoughts on “Islam Harus Diintergrasikan ke Berbagai Disiplin Ilmu

  1. sepertinya akhir akhir ini sudah banyak lembaga pendidikan yang mengintegrasikannya.. SDIT sudah banyak bermunculan..
    semoga kedepannya lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s