Artikel

Cerita Ibu


Seorang ibu duduk sendiri sedang mengantri pengambilan obat di sebuah apotik rumah sakit, wajah yang tua dan lelah menyapa itu dengan seyum yang merekah. Seperti suatu gundukan duka yang melimpah maka tak sanggup sepatah katapun bercerita tentang duka lara kehidupan wanita yang tinggal sebatang kara ini. Sebuah cerita yang menjadi kenangan, sepuluh tahun yang lalu beliau adalah termasuk orang yang paling bahagia di dunia ini. Beliau menikah dengan seorang diplomat, setelah menikah beliau banyak tinggal di luar negeri paling lama lima tahun beliau tinggal di Belanda dan beberapa tahun tinggal di India. Beliau mempunyai dua putra. Di India sang suami harus meninggalkan keluarga kecil ini untuk selamanya. Wanita yang tidak mempunyai banyak kerabat di Indonesia karena beliau juga sebagai anak tunggal kembali ke Indonesia bersama kedua putranya. Putra pertama beliau berhasil menjadi seorang diplomat seperti sang ayah. Si sulung pun bekerja di Jakarta. Putra kedua berhasil menjadi seorang dokter, ia telah menikah mendahului sang kakak. Dari pernikahannya tersebut ia mempunyai seorang anak. Takdirpun menyapa, putra kedua dari ibu ini pun meninggal karena kecelakaan mobil. Ditinggallah istri dan seorang putra semata wayangnya. Tidak di sini saja kehilangan orang-orang yang dicitai ibu ini, sampai akhirnya putra sulungnya pun meninggal dunia karena stress akibat ketidak nyamannya selama ini bekerja di kantor sempat memang si sulung selalu mengeluh akan bagaimana kotornya orang orang di sekitarnya bekerja, penuh persaingan dan keidak jujuran. Tinggallah seorang ibu seorang diri. Sang menantu satu-satu membawa cucunya karena ia telah membina keluarga baru dan berpindah ke luar kota. Ibu yang hanya bisa sendiri tinggal di rumah peninggalan suaminya dan hidup dengan uang pensiunan suaminya. Keluar rumah di pagi hari untuk sekedar membeli sayuran dan peralatan rumah yang telah habis. Berjalan seorang diri tanpa ada yang mengantarkan dan tersempet sebuah motor di pinggir jalan yang menyebabkan beliau harus ke rumah sakit hari ini. Dengan tersenyum beliau bertutur dengan bijak, “ Apalah arti dari semua ini di dunia, adalah hanya sebagai titipan Allah semata. Sebagai manusia kita tidak mempunyai sedikitpun kehendak, segalanya hanya milik Allah.”

Iklan

2 thoughts on “Cerita Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s