Artikel

Ajari Aku Kesabaran


Beliau ramah dipanggil, Bu Cicik

Disebuah rumah yang sudah renta dimakan usia, tinggal sendiri bersama ketiga anaknya yang masih menempuh sekolah dasar. Suami beliau sedang dirawat di rumah sakit karena terkena penyakit maag akut. Dengan dana seadanya beliau baru dioperasi untuk mengeluarkan semua cairan berwarna didalam perutnya yang sudah menyumbat hingga harus dikeluarkan melalui hidungnya. Bu cicik yang menggantikan peran suaminya, sebagai ibu rumah tangga, menopang semua kebutuhan untuk anak-anaknya. Beliau tampak begitu tabah, berjualan kue, kemana-mana dengan berjalan kaki. Saking seringnya berjalan, seorangpun berkata: “kalau bukan ciptaan Allah, mungkin itu kaki sudah patah”.

Subhanallah tidak pernah terlihat wajah mengeluh ataupun sangat kesedihan dari keseharian beliau. Pagi-pagi pun saat mengelilingkan dagangannya selalu terbesit keramahan dan candanya melayani pelanggannya. Ya Rabb… kesabaran macam apa ini. Akupun tak layak mengeluh dengan secuail cobaan yang Engkau berikan kepadaku. Sungguh aku menyadari semua ini adalah hanya titipan dariMu dan akan kembali kepadamu, yang membedakan adalah bagaimana bekas dari amanah itu, apakah dipenuhi raport merah atau angka gemilang.

Mari sedikit belajar akan makna akan sebuah cobaan yang kita hadapi.

Maka ujian bagi seorang mukmin akan selalu meningkatkan keinggian dan kemuliaannya disisi Allah, dan menguji kebenaran keimanannya (QS 29/1-2). Hikmah yang lain dari cobaan adalah bahwa dengannya seorang mu�min menjadi semakin matang dan kuat, serta bertawakkal dan semakin berserah diri kepada Allah SWT (QS 33/10-13, 22). Dan tidaklah cobaan yang datang kepada seorang mu�min, kecuali hal itu baik baginya sepanjang ia bersabar dan bersyukur, sebagaimana sabda Nabi SAW : Menakjubkan urusan seorang mu�min, jika ia mendapatkan ni�mat maka ia bersyukur dan syukur itu sangat baik baginya. Dan jika ia ditimpa musibah maka ia bersabar dan sabar itu sangat baik baginya.� (HR Muslim & Tirmidzi)

Lihatlah istri Rasulullah SAW, Aisyah ra yang mendapatkan ujian yang sangat berat dalam sejarah Islam dengan fitnah yang keji, tetapi Allah SWT menyatakan bahwa hal tersebut sangat baik baginya (QS 24/11). Imam Ghazali dalam Ihya-nya menceritakan tentang kisah dirinya sendiri, sangkaannya bahwa ia sudah mencapai kesempurnaan dalam bersabar, maka ia berdoa pada Allah untuk diberikan ujian sekehendak-Nya, maka Allah-pun mengujinya dengan ujian yang remeh, yaitu tidak dapat buang air kecil, maka iapun tidak mampu menanggung ujian tersebut, maka iapun bertaubat dan Allah SWT menyembuhkannya, maka iapun keluar ke jalan-jalan sambil berkata pada setiap anak kecil yang dijumpainya : �Pukullah pamanmu yang bodoh ini nak !�

Ujian adalah sebuah kemestian dalam kehidupan, jangankan sebagai seorang mu�min, orang kafirpun mendapatkan musibah dan kesulitan juga (QS 90/4), tetapi hendaklah kita tidak meminta untuk diberi ujian oleh Allah SWT, karena kalau DIA menguji kita, maka ujian tersebut pasti sesuai dengan kemampuan kita, karena DIA Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, tetapi kalau kita yg meminta untuk diuji, maka ujian yang datang boleh jadi diluar kemampuan kita, karena DIA Maha Kuasa lagi Maha Perkasa.

Iklan

2 thoughts on “Ajari Aku Kesabaran

  1. Ya Alloh mbak..artikelnya menyadarkan saya yang selama ini terlalu banyak mengelu dan kurang bersabar dan bersyukur.. Astaghfirullohaladziim..

    terimakasih mbak..sangat berharga untuk menyirami hati saya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s