Artikel · Goodreads

Break The Comfort


Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampong halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat memangsa

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitny tidak bergerak dan terus diam

Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa

Jika didalam hutan

Imam Syafii

Terbesit jelas dari rangkaian kata yang indah Imam Syafii, ingin memngungkapkan bahwa kita tidak boleh terlena dengan keadaan sekarang, apapun itu kita harus berfikir untuk bergerak dan menerjang batas kemampuan kita, mungkin ini semacam dorongan “Break the comfort” atau familiarnya gerakan keluar dari zona nyaman.

Mencoba untuk keluar dari zona nyaman kita selama ini. Berusaha untuk membuat momentum keberhasilan yang kita impikan. Tidak hanya dengan angan-angan akan tetapi dengan strategi konkret menuju impian itu.

Tidaklah sulit untuk memahami bahwa kita memang harus bergerak meninggalkan zona kenyamanan ini, tapi yang lebih sulit adalah mengetahui apa yang bisa kita lakukan untuk bergerak.

Tidaklah sulit kita membuat segala macam bentuk strategi ataupun langkah-langkah yang ingin kita lakukan, akan tetapi yang lebih sulit adalah konsistensi untuk melakukannya.

Dan apakah keluar berusaha keluar dari zona Nyaman merupakan sebuah tanda bahwa kita tidak mensyukuri nikmat dari sang Maha Pengasih. Bukannya sepenuhnya tidak setuju, syukur atau tidak bersyukur adalah masalah intern antara seorang hamba dengan tuhannya. Bisa dikatakan seseorang tidak mensyukuri keadaannya sekarang jika niat dari mencari keadaan atau kondisi yang lebih baik memang karena tidak bersyukur dan merasa kurang akan nikmat yang telah diterima selam ini. Dan tidak bisa dikatakan tidak bersyukur jika seseorang berniat untuk mencari kehidupan yang lebih baik atau yang sering dikatakan lebih menantang apabila niatnya sungguh ikhlas hanya untuk Allah semata bukan untuk kepentingan dunia saja tetapi kepentingan dunia yang bermanfaat untuk kepentingan akhirat.

Mungkin sedikit contoh untuk memahami pernyataan keluar dari zona nyaman, semisal disaat kita sedang menikmati masa kuliah, dengan sokongan dana yang cukup dari orang tua. Pernahkah kita berfikir untuk mengatakan kepada orang tua kita: “Bapak, cukup bulan ini saja saya dikirim untuk selanjutnya saya kan memenuhi kebutuhan saya sendiri” . Tentunya pernyataan yang kita buat dengan sepenuh hanya dan sepenuh tenaga untuk mereralisasikanya. Memang keterpaksaan untuk berjuang dengan keras lebih mudah dilakukan dari pada memanfaatkan dan mengambil peluang untuk berjuang lebih keras, kecuali orang yang pandai meliahat peluang dan tidak malas tentunya. Mungkin ini sebuah contoh dari keterpaksaan yang dulu pernah saya alami, saat tidak lolos seleksi SPMB dan terpaksa menerima beasiswa yang cukup minim untuk belajar di sebuah diklat pendidikan untuk bekerja, seluruh peserta diklat diharapkan bisa bekerja setelah lulus, tapi saya memutuskan bekerja di dua bulan setelah menetap di kota tersebesar kedua di Indonesia itu, melamar sebuah pekerjaan yang tidak hanya part time di situ akan tetapi memang sebuah lowongan pekerajaan fulltime dengan tantangan karier yang lumayan menantang, tentunya dengan gaji yang memuaskan, resikonya mengikuti kuliah malam atau bahkan dengan system kejar dosen. Hal itu bukan atas dasar pemikiran meninggalkan zona nyaman akan tetapi karena memang keadaan yang memaksa kita berfikir “kreatif”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s