Artikel · Catatan Kajian

Aku Pun Malu


Ali bin Al Mubarak As Siraj menuturkan, kami dibertahu Abu Mashar, dari Bakr bin Abdullah, dia berkata, “suatu hari, Al Hajjaj bin Yusuf menginpeksi penjara. lalu seorang laki-laki yang dihadapkan kepadanya”

“Apa Kesalahanmu?” tanya Al Hajjaj

“Semoga Allah melimpahkan kebaikan kepada tuan, suatu malam saya mendapatkan giliran jaga malam. Saya akan menceritkan kisah saya ini. Jika kisah saya ini dusata, semoga ia bisa menyelamatkan saya dan jika benar maka saya lebih layak untuk dibebaskan,” kata lelaki itu.

” Bagimana kisahmu? ” tanya Al Hajjaj

” saya adalah saudara si Fulan yang diutus ke Khurasan. ternyata istrinya yang dia tignggalkan di rumah jatuh cinta kepada saya, sementara aku tidak mengetahuinya. dia mengirim seorang utusan seakan-akan ia menerima surat dari suaminya, dan menyuruhku untuk datang dan membacakan untuknya. lalu ia mengajak saya mengobrol macam-macam hingga waktu mahgrib datang setelah itu ia menyatakan apa yang ada dalam hatinya dan mengajakku berbuat yang tidak senonoh. tentu saja saya tidak mau melayaninya.”

” demi Allah jika engkau tidak mau maka saya akan berteriak dan mengatakan bahwa kamu adlah seorang pencuri”kata istri kakakku

demi Allah saya menjadi takut akan keselamatku wahai Amir, saya berkata kepadanya ” baiklah, kalau begitu kita tunda hingga nanti malam, seusai sholat Isya”

aku teringat tugasku untuk jaga malam maka seketika itu aku lari dari rumahnya. lebih baik aku mati dari pada menghianati saudaraku sendiri.

akhirnya saya ditangkap para pengawal Amir dan menjebloskan saya ke penjara. untuk kejadian ini saya bersyair:

“Bagaimana syairmu itu?” tanya Al Hajjaj

“Berapa banyak telur yang lembut menjadi keras, ia mengajakku bercumbu namun aku tak ingin membalas, memang keadaanku tidaklah terhormat selalu, tapi aku adalah saudara suaminya dan aku pun malu.”

maka Al Hajjaj membebaskan lelaki tersebut.

Sebuah cerita syarat akan hikmah kepada kita agar senantiasa menjaga perasaan malu untuk berbuat yang dimurkai oleh Allah. Karena rasa malu itu bagai sebuah Alarm akan otomatis mengingatkan hati kecil kita jika kita akan berbuat yang tidak ingin di lihat oleh Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s