Artikel

Sebuah harapan dalam kesempitan


harapan dan syukur atas kesempitan
harapan

Layaknya sebuah lagu syukur dalam kehidupan, akankah menjadi sebuah harapan dalam kesempitan?

Jika kita dalam keadaan tertekan atas banyak hal yang harus kita lakukan, dituntut akan banyak hal.

Sebagai seorang pemuda yang mempunyai idealisme tinggi, tentunya ingin melakukan bayak hal, akan tetapi jika orang lain telah mengatakan bahwa kita terlalu idealis, maka idealis kita akan membunuh kita. Apakah seperti itu?

akan tetapi seseorang lebih suka berpendirian bahwa idealisme adalah nyawa, Idealisme bukanlah barang yang mudah untuk diperjualbelikan. Idealisme bagian dari kehidupan yang menjadi harga diri dalam setiap bentuk hubungan sosial. Idealisme menjadi kepercayaan dalam hati nurani. Eksistensi idealisme wartawan sama halnya dengan eksistensi kehidupan wartawan itu sendiri. Padamnya cahaya idealisme dalam diri seorang, menandakan padamnya kehidupan yang telah dijalaninya selama ini. Idealisme bisa diterjemahkan dalam bentuk apapun. Banyaknya referensi dan pengalaman membuat makna idealisme seseorang menjadi semakin kompleks. Idealisme semakin mengakar dalam dirinya.

Bagaimana sebuah idealisme bisa dipegang kuat tergantung atas kemauan oleh sang pemilik idelisme tersebut, saya seakan orang yang idealis dengan penuh semangat sebagai aktivis kampus, akan tetapi semua hal tersebut seakan -akan akan roboh seketika jika sesuatu terjadi terhadap keluargaku.

to be continues…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s