Artikel

Memutuskan Menjadi Pribadi Introvert


introvert
introvert

Apakah introvert adalah penyakit?,

Banyak info yang mengutip bahwa orang introvert menyentuh variasi rasio 25-40% dari populasi dunia. Itu artinya ada jauh lebih banyak orang yang berkepribadian ekstrovert. Sanford Cohn, seorang profesor di Arizona State University, juga menyimpulkan bahwa dunia ini lebih bersifat ekstrovert, dinilai dari begitu banyaknya pesan yang mendorong seseorang untuk memiliki keluwesan sosial agar dapat diterima oleh masyarakat.

Generalisasi dan stereotip diciptakan oleh manusia untuk mempermudah pemahaman akan sesuatu, namun sayangnya hal tersebut justru malah lebih sering memberikan efek buruk, seperti halnya tentang introversi dalam, “Stigma masyrakat modern adalah selalu, ekstrovert baik, introvert buruk. Mereka dengan tipe personaliti ekstrovert akan lebih sukses daripada mereka yang introvert. Lebih populer, lebih punya banyak teman dan simplenya lebih bahagia dalam hidup.”

Seorang blogger lain juga ada menulis bahwa, “Introvert itu juga suka merendahkan diri alias benci atas keadaanya saat ini. Dia ingin jadi kaya orang laen, dan hati-hati lho karena orang introvert kadang bisa suicide kalo mengalami depresi yang sangat berat.”

Ada banyak persepsi miring yang harus dipikul oleh orang-orang yang merasa dirinya introvert, bahkan tidak sedikit orang yang menyerah kalah hanya karena terbayang betapa sulitnya untuk memaksakan diri menjadi ekstrovert. Introversi dianggap sebagai sebuah batasan, kelemahan, kecacatan.

Sekarang mungkin giliran saya merasakannya dan sekaligus harus secepatnya mengambil keputusan seperti yang dilakukan salah satu sahabat blog yang telah memutuskan menjadi introvert 9 tahun yang lalu. Sebagai sharing pengalaman yang pernah saya alami sekarang, sulit bagi saya untuk menjadi sosok ekstrovert yang bisa sosialisasi dengan baik dengan semua orang. Menjadi aktivis dakwah kampus di sebuah kerohanian islam banyak sekali dituntut untuk bisa berdakwah fardiyah, nah saat itupun sangat terasa bahwa sebenarnya saya adalah seoang introvert yang tidak nyaman dengan perbincangan dengan orang lain, saya sungguh sangat tersiksa mendekati orang lain dan bercuap-cuap. Enath sejak kapan, jika saya flashback kebelakang sejak SMA saya sudah tidak suka kemana-mana bersama teman-teman saya lebih suka kemana-mana sendiri. Dan hal tersebut cukup tidak seperti kebanyakan teman saya. Sejujurnya saya menyukai banyak teman tetapi sulit untuk selalu keep in touch with them.

Banyak yang mengatakan introvert bukan halangan, yah mungkin untuk pekerjaan dan impianku, menjadi ekstrovert tidak berpengaruh. Tapi memang berdakwah cara introvert belum bisa terpikir dalam benakku. Go with your self!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s