Catatan Kajian

Motivasi Tholabul Ilmi dan Mengamalkannya


By ustad Abu Haidar

MRP, 04 Januari 2010

Keajaiban-keajaiban mahasiswa:

  1. Suka membaca , jadi mungkin bagi mahasiswa yang tidak membaca berarti bukan mahasiswa yang ajaib, Salah satu contoh belajar Salafush Sholeh diriwayatkan bahwa jika kami membaca 200.000 buku maka serasa membaca lebih. Begitu besarnya semangat membaca shalafus sholeh yang harus kita teladani.
  2. Sangat perhatiaan terhadap waktu (bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya), Ibnu Aqil (pakar ilmu nahwu) mengatakan aku bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, hingga waktu makan ku aku peras hingga sekecil mungkin, karena lebih memilih waktu untuk muthola’ah (membaca kitab)  maka aku memakan makanan yang kecil cepat dimakan dan mengenyangkan.
  3. Ibnu Qoyyim, dalam taman-taman orang yang jatuh cinta, ahmad bin tumiyyah telah menceritakan bahwa setiap sebelum masuk toilet, menyuruh seseorang untuk membacakan kitab keras-keras agar beliau dapat mendengarkan di dalam kamar mandi.  Begitu besarnya semangat beliau hingga tak rela sedikit saja waktunya terlewatkan sia-sia walaupun untuk ke kamar mandi.  Refleksi dari aktivis mahasiswa sekarang sangat jarnag sekali membaca karena terlalu sibuk dengan program-progam dan kesibukannya.  Syekh Ali  Ah Thothoi , riwayat kehidupan  (kecepatan membaca)
  4. Azdhi’rou minal ilmi (mengulang-ulang) abdul ghofir al farisi, mempunyai kelebihan yaitu sifat yang suka mengulang-ulang ilmu yang telah didapatkan begitu juga dengan Ibnu athia al ifari, mengulang Shoqih Bukhori sebanyak 700 kali. Demikian lah para shalafush sholih mengulang-ulang ilmunya.
  5. Peranan wanita dalam menuntut ilmu, Asma Binti Abu Bakar, Ummu Dar’da, Ummu Sulaim dan masih banyak yang dapat kita tauladani dari para sahabiyah.

Pengaruh buruk bagi orang yang tidak mengamalkan ilmu

  1. Mengamalkan alqu’an dengan sebenar-benarnya, imam as sa’ ahli fiqih mengatakan kami ini bukan ahli fuqoha, tapi yang dimaksud Fuqoha adalah orang yang dia tau dan mengamalkan.

Ketika orang yang banyak ilmunya akan tetapi tidak mengamalkannya maka seperti lilin yang menerangi orang lain tetapi membakar dirinya sendiri.

‘Diriwayatkan Imam Bukhori dan muslim “nanti ada seorang laki-laki dan seluruh ususnya keluar lalu dikatannya kepadanya bukankah anda yang mencegah yang munkar dan memerintahkan yang baik, memang benar saya yang berbuat seperti itu akan tetapi saya tidak mengamalkanya”

Ilmu itu jika tidak bermanfaat bagimu maka akan membahayakanmu. Semakin banyak ilmu jika tidak kita amalkan akan membahayakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s