Artikel

Yes We Can !!!


Congratulation to Crew Armada ’09

Kesuksesan Armada dan Kontroversinya, tangisan, kesurupan, ancaman, kekompakan dan guyuran perpisahan.

Student day telah berakhir dengan meninggalkan kenangan yang indah dan kebanggaan. Kegiatan ospek fakultas yang telah dilaksanakan selama empat kali ini memang menguras banyak sekali tenaga dan pikiran dari panitia, termasuk juga aku didalamnya. Sebagai koordinator divisi acara, divisi yang sangat menetukan keberhasilan dari acara tersebut, jika acaranya hancur maka yang langsung menjadi cemo’ohan adalah anak acara, sebaliknya jika acara sukses, ya… berbanggalah anak acara dan ditambah lagi ini adalah pengalaman kepanitian pertamaku di dalam fakultas Ilmu Budaya. Mengahadapi dan belajar beraneka ragam karekteristik setiap insan yang ada dalam kepanitiaan yang kurang lebih berlangsung selama lima bulan ini memang sangat menyenangkan dan penuh dengan hikmah yang dapat kita ambil manfaatnya.

Evaluasi dari pertemuan pertama, cukup lumayan belum menunjukkan acara yang greget dan ada beberapa kesalahaan yang harus diperbaiki. Kesalahan tidak terlalu significant hanya belum fluentnya anak div. Tim lap dalam menangani Maba, meskipun bukan awalan yang hebat, semua panitia sudah mulai untuk memasnaakan suhu keprofesionalan masing-masing.  Beranjak ke pertemuan kedua, parah dan hancur, mungkin itu tanggapan dari semua panitia karena terjadi berberapa masalah sampai Sang Kapel dan Tim Lap harus menghadap dengan PD 3. Sehingga muncullah Top Ten News dari kapel. Satu pengalaman berharga bagi aku pribadi sebagai pemilik karakter yang gampang sekali mengangkap suatu permasalahan adalah masalah sepele, satu kelemahan yang telah lama aku sadari, sering meremehkan suatu peraturan. Ini terjadi saat aku tidak benar-benar menjaga ketepatan waktu, sebaliknya memang suatu kesangajaan bagiku untuk menmbuat suatu acara yang nantinya bisa di molorkan, dan dengdong aku salah, aku harus profesional bukan untuk ”diriku sendiri” akan tetapi sebuah keprofesionalan diperlukan komitmen kepada keseluruhan anggota kita.

Sebuah peristiwa yang cukup menarik aku ceritakan kepada orang lain di armada kedua ini, yaitu adanya tragedi yang sangat dramatis, hiks-hiks… seorang maba disudutkan di depan barisan maba oleh salah satu anggota divisi tim lap, dan dengan celotehan yang menjurus ke mental akhirnya membuat emosi salah sati maba yang berada di barisan kelompok lain tiba-tiba menangis. Melihat hal tersebut terkesan bahwa temannya ini prihatin dengan rekannya yang diperlakukan keras oleh panitia. Akan tetapi semakin ditanya ternyata si penangis memiliki dua aura dalam dirinya sejak ia mengalami kecelakaan dan jadi deh, dia merasa Si aura dalam dirinya terpacu. Tiba – tiba dalam keadaan yang menegangkan tersebut si maba yang disudutkan di depan sendiri itu terkapar jatuh ditanah. Dengan seluruh badan gemetar dan mulut yang komat-kamit menyebutkan ”jabang bayi katriza” berulang-ulang kali. Katriza adalah anggota tim lap yang sangat dominan dalam tragedi penyudutan itu. Panitia pun langusng respect langsung menanganinya, tragedi selanjutnya pengumuman The Wosrt Team, nominasi yang menjadi kesepakatan panitia ini menjadi sebuah kontroversi saat di lapangan. Akibat ketidakprofesionalan panitia yang bersangkutan dalam penilaian the worst team, maka di umumkan lah the worst team yang ”dianggap tidak tepat sasaran” dan datanglah moment yang sangat dramatis anatara advisor dan maba yang diampu, saling menangis dan menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang diperbuat sehingga mereka menjadi the worst team. Jujur inilah moment yang sangat aku suka. Aku bangga juga melihatnya gak di elakkan bisa saja yang terjadi malah sebaliknya sang kelompo malah cuek tapi ini membuktikan kekompakan antara panitia dan mabanya. Like this for u all! .Acara diakhiri dan dilanjutkan dengan evalusi yang pelik. Tanggapan pribadi sih easy going aja…semua yang terjadi still okey, apasih yang gak okey dalam hidup ini! Disusul penutup kegiatan yang boombastis, si korban kerasukan tadi, tiba-tiba muncul ditengah-tengah panitia yang sibuk membersihkan ruangan dan sisa-sisa kegiatan. Membuat semua panitia menjadi gregretan dan naik pitam apalagi mendengar perkataannya, dia ingin bertemu dengan katriza dengan mengucapkan “ celaka mbak Katriza akan mati besok” spontan membuat salah satu anggota tim lap ingin menghajarnya, melihat hal tersebut panitia yang lainnya berusaha menghalangi. Setelah tawuran tergagalkan. Si maba dipersilahkan pulang dan kita panitia juga ingin segera pulang dan istirahat.

Cerita yang sangat panjang, selanjutnya singkat saja untuk armada ketiga, memuaskan, meriah dan cukup terkesan dengan komentar salah satu maba kepadaku, ”mbak acaranya seru, aku gak ngantuk sama sekali”. Tidak ada tragedi dan aman. Singkat saja ke the most spectacular, puncak acara armada. Outbond, training motivasi, keakraban bersama panitia dan penghargaan. Kemerihan acara kita terdengan hingga fakultas lain. Cukup membuktikan bahwa FIB itu ada di Bumi Brawijaya. Tidak ada kata yang pas dengan keberhasilan kepanitian kita kecuali satu kata yang tercermin oleh semua crew kita yaitu ”With Armada, Lets Go Forward! ” itu lah moto kita. For me it is may the last but not the least. Hamasah….

Wallahu bisshowab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s