Artikel

Menjelajah Sejarah Jurnalistik


jurnalMemulai dari perkenalan dengan jurnalistik, kenapa harus kenal? Karena kata orang ”tak kenal maka tak sayang”. Jurnalistik atau journalisme berasal dari kata journal, yang artinya catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari. Journal dari kata latin diurnalis yang yang artinya harian maka terlahir kata jurnalis yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik. So sudah gak boleh salah-salah lagi dalam memberikan istilah untuk jurnalistik dan jurnalis.
Sejarah jurnalistik sendiri dimulai sejak tiga ribu tahun yang lalu, ketika zaman firaun di mesir, amenhotep iii mengirim ratusan pesan kepada prawiranya di berbagai provinsi untuk memberi kabar tentang apa yang sedang terjadi di ibu kota.
Disusul dengan 2.000 tahun yang lalu di roma diadakannya ”acta diurna” (tindakan-tindakan harian) apa isi dari bentuk jurnalistik ini, yaitu berupa catatan tindakan-tindakan senat tentang peraturan pemerintahan, beria kematian dan kelahiran yang akan ditempel di temapat-tempat umum. Dan informasi-informasi yang hanya bertuliskan tangan tersebut sangat bermanfaat terhadap para usahawan. Ehm.. Di indonesia sendiri seperti apa ya? Ups jangan pernah meremehkan peradaban di indonesia, seperti yang kita pelajari tentang sejarah manusia merupakan temapat yang menjadi pusat munculnya banyak fosil-fosil peradaban. Demikian menunjukkan bahawa banyak sekali warisan sejarah yang ada di indoneesia yang menjadi permasalahan adalah bagaimana sejarah bisa diketahui dan di hargai oleh dunia dan indonesia tidak mempunyai hal tersebut. Maka merupakan pekerjaan rumah yang besar bagi para jurnalis untuk memajukan bangsa ini ke cahaya cemerlang, mengawal dengan bijak dan cerdas.
Mengapa jurnalistik dapat bertahan hidup berabad-abad lamanya? Yaitu karena suatu keperluan hidup yang berbentuk informasi. Tetapi secara formal jurnalistik dapat dikatan lahir dengan munculnya digunakan huruf-huruf lepas untuk mencetak lembar-lembar informasi yang di eropa dikenal mulai tahun 1440. Dengan mesin cetak lembaran –lembaran berita dapat di cetak lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak dengan ongkos yang relatif rendah.
Surat kabar pertam yanf terbit secara teratur di mulai di jerman pada tahun 1609 : dengan nama aviso dan tak lama kemudian surat kabar-surat kabar lainnya muncul di belanda, perancis inggris dan italia. Pada tahun 1650, surat kabar pertama yang terbit sebagai harian adalah Einkommende Zeitung di Leipzig Jerman. Ketika penduduk sudah mempunya penghasilan yang memadai atau bahakan berlebi dan panduduk pun sudah pintar untuk membaca maka kebutuhan kan permintaan surat kabar akan semakin besar. Sampai saat ini jurnalisme tumbuh pesat melalmpui surat kabat pada wal lahirnya, Majalah mulai berkembang dua abad berikutnya.

Iklan

2 thoughts on “Menjelajah Sejarah Jurnalistik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s